08:00 . Irfan dan Rida Nahkodai PC IPNU - IPPNU Bojonegoro Periode 2020-2022   |   06:00 . Banjir Bandang Terjang Desa di 3 Kecamatan   |   21:00 . Pembangunan Maju, Bojonegoro Semakin Produktif   |   20:00 . Rakor KONI, Bahas Evaluasi dan Penyusunan Program Kerja 2021   |   19:30 . Hujan Deras, Banjir Bandang Terjang Malo dan Dander   |   19:00 . Semua Umat Agama Rindu Beribadah Bersama   |   18:00 . Pemerintah Kawal Kesiapan Sarana Vaksin Covid-19   |   17:00 . Bupati Anna: Mas Safuan Wartawan Baik   |   16:00 . Begini Harapan Bupati Bojonegoro pada Pembukaan Raker KONI   |   15:00 . Satgas Covid-19 Harap Tak ada yang Menghalangi Petugas Kesehatan   |   14:00 . Buka Konfercab IPNU-IPPNU, Bupati Ingatkan Pemuda untuk Melek Media   |   13:00 . Kerumunan Berpotensi Besar Pemicu Klaster Baru Covid-19   |   12:00 . Perempuan Produktif, Muslimat Bojonegoro Latihan Wirausaha   |   11:00 . Ciri Kelelahan Akibat Covid-19   |   10:00 . Melepas Mas Safuan   |  
Mon, 30 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 21 October 2020 18:00

Pandemi Covid, Seminar Virtual Dyslexia Banjir Peminat

Pandemi Covid, Seminar Virtual Dyslexia Banjir Peminat

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Pandemi covid-19 tidak menghalangi niat dan minat para mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi serta tenaga pendidik untuk tetap produktif. Salah satunya dengan mengikuti Seminar Virtual Dyslexia dan Gangguan Belajar lain pada potret kerja otak, yang diselenggarakan oleh P4TK TK dan PLB Kemendikbud.

Seminar virtual melalui live streaming youtube yang diikuti oleh 474 peserta dari berbagai penjuru di Indonesia, sekaligus dihadiri oleh dua Narasumber yakni Anne Gracia; Praktisi Neuroscience Teparan, Founder Vigor dan Imam Setiawan; Trainer Sekolah Alam Bogor, Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Neuroscience dyslexia dikenal sebagai gangguan membaca, ditandai dengan kesulitan membaca meskipun kecerdasannya normal. Sedangkan, orang dengan dyslexia memiliki tingkat gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD) yang lebih tinggi.

"Pelaku dyslexia sendiri tingkat kecerdasannya normal, akan tetapi memiliki tingkat gangguan (ADHD) yang lebih tinggi," ungkap Imam Setiawan.

Sementara itu, Anne Gracia, menuturkan penyandang ADHA ini memiliki gangguan di area fungsi eksekutif.

Baik berupa working memory/kesulitan menyimpan informasi, inhibitory control/mengontrol atensi dengan cara menghambat kecenderungan internal hingga cognitive or mental flexibillity atau kemampuan mental untuk beralih antara berfikir tentang dua konsep yang berbeda.

"Masalah penyandang ADHA sebenarnya bukan hanya membaca, mereka memiliki gangguan visual. Maka berikanlah project atau tantangan bagi mereka. Serta cara mengajarnya pun berbeda dengan anak-anak lain, sebab mereka lebih fokus pada bahasa lisan dan tulisan," pungkasnya. [liz/col]

 

 

Tag : adha, covid


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat