07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |   20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tahun 2020, Ada 2893 Janda Millenial di Kota Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Thursday, 07 January 2021 11:00

Tahun 2020, Ada 2893 Janda Millenial di Kota Bojonegoro

Kontributor: Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Banyaknya jumlah janda baru di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penambahan. Berdasarkan laporan perkara yang diterima oleh Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro ada 2.893 keseluruhan perkara perceraian tahun 2020 dengan status gugat cerai

Menariknya, dari angka tersebut 80 persen di antaranya masuk kategori janda millenial atau kisaran usia dibawah 35 tahun. Kasus istri gugat suami sebanyak 1.979 dan suami menceraikan istri sebanyak 914. Jadi total perkara perceraian tahun 2020 sebanyak 2.893

"Dominasi janda millenial ini dikarenakan faktor usia dibbawah 35 tahun," ungkap Solihin Jamik, selaku ketua Panitera Pengadilan Agama

Sholikin juga menambahkan, meningkatnya angka perceraian di Kota Bojonegoro ini dikarenakan faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta rendahnya pendidikan pasangan suami istri saat membina rumah tangga

"Pendidikan itu penting, ia adalah aset utama dalam membina rumah tangga. Sebab semakin berkurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam membina rumah tangga, maka, semakin rentan pula untuk melakukan perceraian," imbuhnya

Sholikin Jamik juga berharap perlu dilakukan pembinaan bagi calon pasangan pengantin secara intens. Agar para calon pengantin lebih banyak mempertimbangkan kehidupan setelah menikah, sehingga mereka bisa sailing membina sesama dan bisa hidup dengan rukun saat berkeluarga

"Selain adanya pembinaan bagi calon pengantin, faktor pendidikan juga sangat berpengaruh dalam membina rumah tangga yang ideal. Karena di dalamnya sangat penting mengenai pengetahuan hingga pengalaman. Semua itu harus dipertimbangkan ulang, dengan harapan bisa mengurangi kasus perceraian dini." tandasnya. [uul/col].

Tag : Janda, Millenial, pengadilan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat