09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |   19:00 . Personil Binamulia Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir   |   18:00 . Asiknya Mancing di Embung Ngraden Kecamatan Padangan   |   17:00 . NU Sebut Vaksin Ikhtiar untuk Sehat   |   16:00 . Uang Nasabah BRI yang Sempat Hilang Telah Dikembalikan   |   15:00 . Warga Deling Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Teras Rumah   |   14:00 . Farida Hidayati Serahkan Hibah 20 Mesin Jahit dan 2 Laptop Pada Pelatihan DPD LDII   |   13:00 . Desa dan Masyarakat Menjadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Terorisme   |   12:00 . Jalan Menuju Dusun Bangkle yang Belum Teraliri Listrik Memprihatinkan   |   11:00 . Peningkatan Zona Kuning Harus Memotivasi Daerah Masuk Zona Hijau   |   10:00 . Integrasi Data Pusat - Daerah Akan Meningkatkan Kualitas Keakuratan   |  
Fri, 05 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Studi: Gangguan Mental Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Fisik saat Dewasa

blokbojonegoro.com | Monday, 22 February 2021 07:00

Studi: Gangguan Mental Anak Tingkatkan Risiko Penyakit Fisik saat Dewasa

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Penelitian menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental pada masa kanak-kanak memiliki risiko kesehatan fisik di masa depan. Studi ini dinyatakan dalam penelitian Jasmin Wertz, seorang peneliti postdoctoral di Duke University di Durham, N.C.

Melansir dari Medicinenet, dalam salah satu dari dua penelitian, Wertz dan rekan-rekannya menganalisis data dari lebih dari 1.000 orang di Selandia Baru yang lahir pada tahun 1972 dan 1973, dan kemudian diikuti sejak lahir hingga usia 45 tahun.

Pada studi pertama, mereka yang memiliki riwayat penyakit mental pada masa kanak-kanak seperti seperti kecemasan, depresi, penyalahgunaan zat, dan skizofrenia disebut menua lebih cepat, mengalami penurunan fungsi sensorik, motorik dan mental yang lebih besar saat usia paruh baya.

Studi ini dipublikasikan secara online pada 17 Februari di jurnal JAMA Psychiatry.

Studi kedua dilakukan oleh tim yang sama melihat catatan rumah sakit selama 30 tahun (1988 hingga 2018) untuk 2,3 juta orang di Selandia Baru, berusia 10 hingga 60 tahun.

Studi kedua juga menemukan hubungan yang kuat antara kesehatan mental awal kehidupan dan penyakit medis neurologis di kemudian hari.  Penelitian ini telah diterbitkan secara online di JAMA Network Open.

Penemuan ini menunjukkan bahwa investasi yang lebih besar dalam pengobatan penyakit mental yang tepat sejak dini dapat mencegah banyak masalah kesehatan di kemudian hari.

Dokter Victor Fornari, wakil ketua psikiatri anak dan remaja di Rumah Sakit Zucker Hillside di Glen Oaks, N.Y. percaya bahwa penting untuk mengenali hubungan pikiran dan kesehatan tubuh.

"Terlepas dari stigma dan penyangkalan, pengakuan ini penting untuk mempromosikan hasil kesehatan yang optimal," katanya.

Menurut Dr. Timothy Sullivan, faktor-faktor yang sering menyertai penyakit mental adalah merokok dan obesitas, kurang olahraga, berkurangnya akses dan penggunaan perawatan kesehatan yang baik yang mungkin berperan.

"Kecemasan dan depresi juga terkait dengan perubahan dalam sistem kekebalan kita yang menyebabkan peradangan kronis, melukai jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya," kata Sullivan yang memimpin ilmu psikiatri dan perilaku di Rumah Sakit Universitas Staten Island di New York.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, psikologi anak, psikologis anak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat