11:00 . Manajemen Persibo Banding Atas Putusan Komdis   |   10:30 . Umar: Sanksi Komdis ke Persibo Tak Fair, Kita Dicurangi   |   08:00 . Persibo Bojonegoro Diberikan Sanksi Komdis PSSI Jatim   |   07:00 . Mengenal Tantrum Anak, Serta Bagaimana Cara Menanganinya   |   21:00 . Kemendag: Pasokan Kedelai Cukup untuk Natal dan Tahun Baru   |   19:00 . Kasur Busa Jadi Tren, Pengusaha Kasur Kapas Bertahan untuk Tetap Ada   |   18:00 . Antisipasi Lonjakan Covid Jelang Nataru, Stok Plasma Konvalesen di Bojonegoro Terpantau Aman   |   16:00 . Pemkab Salurkan BLTD Penanganan Kemiskinan Ekstrim di Bojonegoro   |   15:00 . Dilewati Dump Truk, Jembatan Penghubung Desa Sumbertlaseh Ambruk   |   14:00 . Menang 1-0, Boromania Antusias Sambut Kedatangan Tim Persibo   |   11:00 . HUT ke-38, SMP Negeri Kapas Tonjolkan Rakitan Sepeda Energi Listrik   |   07:00 . Jangan Cukur Bulu Kemaluan Saat Vagina Sedang Dalam Kondisi Begini   |   18:00 . Persibo Bojonegoro Melaju ke Babak 16 Besar   |   17:00 . Program Rantang Kasih Moe Tingkatkan Gizi Lansia   |   16:00 . Awal Bulan Harga Emas 24 Karat Antam Terjun   |  
Sat, 04 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sriyati, Perempuan Pande Besi

Berawal dari Kebiasaan, Kini Lihai Jadi Tukang Besi

blokbojonegoro.com | Tuesday, 24 April 2018 15:00

Berawal dari Kebiasaan, Kini Lihai Jadi Tukang Besi

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pekerjaan sebagai perajin pande besi biasanya dilakukan oleh kaum lelaki lantaran membutuhkan tenaga yang sangat kuat. Namun, ungkapan tersebut terbantahkan oleh Sriyati, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

Perempuan 60 tahun ini bisa dikatakan sebagai perempuan tangguh. Sebab dirinya tidak mengenal lelah apalagi berpikir tentang perawatan seperti perempuan masa kini pada umumnya.

Dengan ditemani palu, besi, gerinda dan lain-lainya kegigihan Sriyati tidak kalah dengan tiga pegawai lainnya yang semuanya laki-laki. Bahkan, seolah-olah pekerjaan tersebut menjadi hal yang biasa dikerjakan oleh kaum hawa.

"Saya bekerja sebagai seorang pande besi sekitar 15 tahun lebih lamanya," ungkap Sriyati di sela-sela kesibukannya.

Setelah menikah dengan Masrun (55), Sriyati mulai sering membantu suaminya bekerja sebagai pande besi. Pertama kali membantu suaminya bekerja, ia hanya mendapat bagian membuat alat pertanian, seperti sabit, cangkul, sekrop maupun lainnya. Namun lambat laun kemudian, dirinya mulai bisa mengerjakan semua dari proses awal sampai akhir.

"Mulai pemotongan, pembakaran, pemukulan, gerinda, ngikir, dan nyepuh atau finishing, dan membuat gangang sabit," lanjut perempuan empat anak ini.

Ia juga menjelasakan, setiap pembuatan alat mempunyai cara yang berbeda dan tidak sembarangan memukulnya. Seperti halnya pembuatan pisau harus lima kali pukulan, sabit tujuh kali, dan golok delapan kali pukulan. Sebab, hal tersebut akan mempengaruhi kualitas barang itu jika sudah jadi.

Sriyati rela menjadi seorang pande besi lantaran lebih memilih membantu suaminya yang lebih dulu bekerja sebagai pande besi dan juga sebagai pemilik tempat tersebut. Pria berusia lebih muda lima tahun dari istrinya itu terlihat lihai membuat sejumlah alat pertanian dan bangunan.

"Saya membantu suami saya untuk membiayai anak-anak saya hingga lulus sekolah ya dari hasil kerja keras ini," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Dalam sehari dari empat pekerja yang ada, usahanya tersebut bisa memproduksi dua puluh lima sabit. Dengan satu unit sabit seharga Rp25.000, golok Rp60.000 dan cangkul Rp80.000. Tetapi harga tersebut dijual untuk eceran dan berbeda lagi jika dijual kepada pedagang.

"Kalau pedagang saya potong Rp20.000 per buah dan bahan bagus, karena bahan-bahanya juga pilihan," tutupnya.[din/lis]

Tag : pande besi, kapas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more