16:00 . Wamenag RI Kunker ke Bojonegoro, Resmikan Gedung Imam Zarkasyi, Al-Rosyid   |   15:00 . Belum Ada Kabar Baik Soal Persibo, Supporter Akan Wadul Pj Bupati   |   14:00 . Kunjungi 2 Ponpes di Bojonegoro, Begini Pesan Kesan Wamenag RI   |   14:00 . Buktikan Kinerja Unggul, Pertamina Hulu Energi Terapkan Strategi Sinergi Operasi   |   13:00 . Ini Persyaratan Formasi Kesehatan dan Tenaga Teknis PPPK Pemkab Bojonegoro   |   10:00 . Biosaka Bikin Cepat Panen Solusi Efisiensi Biaya   |   08:00 . Suksesnya MSD 2023 Jadi Bentuk Suport Warga ke Desa¬†   |   07:00 . CSR BRI Peduli Salurkan Bantuan Warga Terdampak Bencana Banjir Bandang Malinau   |   20:00 . Peternak Berburu Janggel Jagung Saat Panen Raya   |   19:00 . Petani Jagung NK Wiro Sableng Bungah   |   18:00 . Mampir ke Kantor Kemenag, Wamenag RI Hanya Sholat dan Silaturahmi   |   14:00 . Waspada Hoaks Mengatasnamakan Nomor PJ Bupati Bojonegoro   |   13:00 . Segini Harta Kekayaan Petinggi Kemenkeu yang Jabat Pj Bupati Bojonegoro   |   22:00 . Isi Kekosongan 3 Jabatan, Pemdes Ngampel Gelar Tes Seleksi   |   21:00 . Disebut Jadi Dalang Kasus Korupsi BKKD, Begini Tanggapan Mantan Camat Padangan   |  
Wed, 27 September 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jembatang Widang-Babat Ambruk

Mendadak Jadi Wisata Bencana

blokbojonegoro.com | Wednesday, 18 April 2018 09:00

Mendadak Jadi Wisata Bencana

Reporter: M. Anang Febri, Khorul Huda / blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Ratusan orang datang silih berganti di lokasi jembatan Widang-Babat. Putusnya jembatan akses jalur nasional itu, berubah menjadi wisata dadakan. Ya, seolah menjadi wisata bencana.

Orang berbondong-bondong menuju jembatan yang dikenal dengan nama jembatan Cincin itu. Ratusan motor terlihat parker di kanan-kiri jalan Tuban-Babat. Sementara, pemiliknya merangsek agar bisa melihat dari dekat jembatan yang ambruk.

Sampai hari kedua, warga masih tumpah ruah di berbagai titik lokasi dekat jembatan yang ambruk. Masyarakat umum, baik anak kecil, ibu-ibu, pelajar sekolah, orang dewasa,‎ santri-santri, hingga pengguna jalan pun menyempatkan waktunya sejenak untuk menyaksikan jembatan yang sebagian badannya tenggelam itu.

Tak hanya warga sekitar. Warga di luar Tuban pun berdatangan karena penasaran. Salah satunya emuda asal Kabupaten Bojonegoro yang dijumpai blokTuban.com di sisi timur jembatan Widang ‎yang utuh. Dia mengatakan, sengaja datang bersama kawannya untuk melihat keadaan jembatan yang sehari sebelumnya dilewati.

"Sempat gak percaya. Kemarin malam soalnya saya juga lewat sini untuk ke Pondok La‎ngitan,’’ ujar pemuda yang mengaku bernama Kazdiq (21), asal Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro itu.

Kepada blokTuban.com Kasdiq bercerita, sewaktu dirinya m‎elewati jembatan itu, dia sudah merasa ada keganjilan. Jembatan yang dibuat sekitar tahun 1980-an itu terasa aneh, dengan pantulan pir bangunan yang begitu terasa.

"Pas lewat sini, jembatan ini rasanya begitu ngeri. Berayun-ayun dan memantul. Eh tak tahunya malah ambruk,’’ tambahnya, sambil melihat keadaan jembatan yang ambruk dengan dikerubuti banyak orang di sekitarnya.

Warga yang lain juga demikian. Kebanyakan mereka penasaran dengan kondisi jembatan. Sebab, sejak jembatan ambruk, berita langsung menyebar. Baik di media online maupun viral di media sosial.

‘’Saya kirimi foto-foto adik saya yang kebetulan di lokasi. Jadi, saya penasaran,’’ aku Anto warga Tuban.

Alasan yang sama dikemukakan warga lainnya. Garis polisi yang dipasang tak membuat warga menjauh. Bahkan, ada yang nekat menerobos garis polisi hanya untuk melihat dari dekat kondisi jembatan yang rusak.

Bahkan, pengguna jalan pun rata-rata menyempatkan berhenti sejenak untuk melihat kondisi jembatan yang rusak parah. Hal itu bisa membahayakan, karena terjadi penumpukan beban di atas jembatan yang masih utuh. [feb/hud/ono]

Tag : jembatan babat ambruk, jembatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat