12:00 . Kemenag Bojonegoro Gelar Bimtek untuk KUA   |   11:00 . Asprov PSSI Jatim: Pendaftar Persibo Hanya Pemilik PT yang Sah   |   10:00 . Geluti Usaha Backdrop, Ibu Muda ini Kantongi Omset Jutaan Rupiah   |   09:00 . 549 Peserta Berebut Kursi Perangkat Desa di Sumberrejo   |   08:00 . Manajemen Persibo 'Kebut' Kesiapan Tim   |   07:00 . Waspada Kecanduan Gadget, 40 Persen Anak Habiskan 30 Jam Main HP dalam Seminggu   |   17:00 . Bupati Anna Dukung Penuh Tahapan Verifikasi Menuju KLA   |   16:00 . Verifikasi Lapangan KLA, Dinas P3AKB Sampaikan Kondisi Bojonegoro   |   14:00 . Mbah Galong dan Sejarah Desa Sambong   |   12:00 . Temui Suporter Persibo, Begini Tanggapan Anggota DPRD Bojonegoro   |   10:00 . Suporter yang Mengatasnamakan Bojonegoro Bersatu Gelar Demo   |   08:00 . Sudah Mendaftar, Persibo Bojonegoro Pastikan Ikuti Liga 3   |   07:00 . Hasil Penelitian Ungkap Penderita Mata Minus Meningkat selama Pandemi, Terutama Anak-Anak   |   19:00 . Gowes Bareng Upaya PEPC Eratkan Silaturahim   |   18:00 . Kunjungi KEK Singhasari, AMSI Ditawari Bangun Klaster Media Siber   |  
Tue, 15 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dirasa Laku Murah, Petani Cabai Pasrah

blokbojonegoro.com | Tuesday, 22 May 2018 08:00

Dirasa Laku Murah, Petani Cabai Pasrah

Reporter: M. Safuan
 
blokBojonegoro.com - Harga jual salah satu bumbu dapur cabai di pasaran membuat petani cabai di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro kecewa.  Pasalnya hasil panen cabai saat ini laku murah, padahal sebelum puasa harga cabai cukup bagus yakni Rp30 ribu perkilogramnya.
 
"Harga cabai turun drastis di pasaran," kata Sugeng, petani cabai Desa Ngumpakdalem.
 
Harga cabai yang tidak bersahabat, kata Sugeng, terjadi sejak satu minggu lalu, terlebih lagi kini harganya tinggal Rp13 ribu sampai Rp15 ribu perkilogramnya. "Sedangkan untuk cabai yang kurang bagus hanya laku Rp10 ribu," jelasnya.
 
Petani dari desa lain, Yati, juga mengatakan hal yang sama, harga cabai yang tidak bersahabat ini membuat petani hanya bisa gigit jari. Meski begitu, Yati yakin turunnya harga cabai tidak akan berlangsung lama, biasanya harga kembali naik saat mendekati lebaran.
 
"Biasanya kalau sudah maleman (dekat lebaran) harga kebutuhan pokok naik, tidak terkecuali cabai, karena banyak masyarakat membutuhkan cabai untuk membuat masakan saat acara kirim doa," terang petani cabai asal Kecamatan Sugihwaras itu.
 
Yati menambahkan, disamping turunnya harga cabai karena hasil panen kurang maksimal lantaran kurang air, selain itu juga karena stok cabai di pasar masih melimpah. "Semoga harga bisa segera berpihak pada petani," tandas Yati kepada blokBojonegoro.com. [saf/mu]

Tag : Petani, cabai

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more