18:00 . Workshop Peningkatan Mutu dan Peran Komite Sekolah Diikuti 152 Peserta   |   14:00 . PPKD Gelar Raker Tahun 2021 di Toyoaji   |   12:00 . PK Ditolak, Persibo Bojonegoro Tuntut Keadilan Lewat PSSI Pusat   |   08:00 . Kabar Gunung Semeru, Presiden akan Relokasi Warga   |   07:00 . 2 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orangtua Zaman Now   |   22:00 . Mendag Lutfi: Bisnis Waralaba Sukses Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19, Menjadi Tuan Rumah dan Kuasai Pasar Negeri   |   21:00 . Satpol PP Bojonegoro Raih Penghargaan dari Kemendagri   |   20:00 . Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pemekaran Desa Sukorejo   |   19:00 . Persibo Ajukan PK, Laga Mitra Surabaya kontra Deltras Sidoarjo Ditunda   |   18:30 . Selamat..! Ponpes Attanwir Dapat Penghargaan Eco Pesantren dari Gubernur Jatim   |   18:00 . Awas...!! Tanggul Bengawan Solo Ambles   |   16:00 . Media Gathering EMCL, Ajak Wartawan Menjadi Konten Kreator di Medsos   |   15:00 . Menjelang Nataru, Harga Daging Ayam di Bojonegoro Naik   |   14:00 . Grafik Harga Emas UBS Hari ini Terpantau Naik   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ikuti Penilaian Evaluasi Program Menuju Smart City 2021   |  
Wed, 08 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Prediksi Awal Hari Raya Idul Fitri Akan Bersamaan

blokbojonegoro.com | Wednesday, 22 May 2019 13:00

Prediksi Awal Hari Raya Idul Fitri Akan Bersamaan foto dokumentasi blokBojonegoro.com

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Meski puasa bulan Ramadan masih berjalan lebih dari 17 hari, namun Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro, sudah memprediksi awal 1 Syawal 1440 H atau Hari Raya Idul Fitri akan jatuh bersamaan organisasi lain yakni jatuh pada Rabu (5/6/2019) nanti.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Penyelenggara Syariah, Kemenag Bojonegoro, Nur Alam. Menurutnya prediksi awal tanggal 1 Syawal 1440 atau hari raya idul fitri 2019 ini akan bersamaan dengan organisasi lain.

Lanjut dia, pada berdasarkan prediksi hisab pada Senin (3/6/2019) ketinggian hilal atau bulan masih berada dikisaran minus 00,1 derajat, sehingga asumsi dalam keadaan itu bisa dikatakan imkanur rukyat yakni menggenapkan puasa Ramadan menjadi 30 hari.

"Jadi, puasa Ramadan 2019 ini akan digenapkan menjadi 30 hari," tegas Nur Alam saat ditemui blokBojonegoro.com.

Masih kata Nur Alam, walaupun berdasarkan hisab ketinggian hilal pada Senin (3/6/2019) msih di bawah ufuk, pihaknya juga tetap melaksanakan kegiatan rukyatul hilal, guna menshohihkan prediksi itu.

Meski begitu, prediksi penentuan 1 syawal akan jatuh secara bersamaan, namun, Kemenag Bojonegoro tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menunggu keputusan akhir dari Kementrian Agama RI pusat. Sehingga dengan keputusan Kemenag RI pusat itu bisa dijadikan acuan untuk penentuan 1 Syawal tersebut.[saf/ito]

Tag : hari, raya, idul, fitri, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more