20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |   21:00 . Pengunjung BNFF Tumpah Ruah   |   18:00 . STIKES Rajekwesi Bojonegoro Borong Dua Juara   |  
Mon, 28 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Kembali ke Rumah

blokbojonegoro.com | Wednesday, 22 January 2020 10:00

Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Kembali ke Rumah

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Insiden pengusiran dari rumah yang menimpa Dul Ngali (80) warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang dilakukan oleh SW yang notabenya Keponakan sendiri, Selasa (21/1/2020) kemarin, sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

SW mengaku insiden pengusiran kepada Mbah Dul tidak benar terjadi dan hanya salah paham saja. Kejadian tersebut bermula saat Mbah Dul memasang banner dari salah satu calon kades Desa Kumpulrejo di pekarangan rumahnya, yang mana seharusnya belum waktunya untuk memasang banner tersebut lantaran belum masuk waktu kampanye.

"Sebenarnya saya hanya mengingatkan dan terjadi salah paham dengan Mbah Dul, dengan artian mengusir Mbah Dul," ujar SW, Rabu (22/1/2020).

SW juga menjelaskan bahwa lahan yang ditempati oleh Mbah Dul adalah miliknya dan Mbah Dul hanya menempati. Mbah Dul sendiri adalah keponakan dari ayah SW.

SW juga sudah mengklarifikasi dengan Polisi dan juga mendatangkan langsung saksinya, yaitu pembantu Mbah Dul dan benar-benar tidak melakukan pengusiran.

"Kenapa di pemberitaan itu saya mengusir dengan kekerasan, padahal saya tidak menggunakan kekerasan dan datang sendiri," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com.

Akibat insiden tersebut Mbah Dul saat ini berada di rumah anaknya yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggal Mbah Dul sebelumnya yang juga berada di Rt 3 Rw 1. Mbah Dul juga mengungkapkan ia tidak akan kembali ke rumah lamanya lagi, lantaran merasa sudah tidak nyaman dan tidak cocok dengan pemilik lahan.

"Saya sekarang tinggal di rumah anak saya dan tidak ada rencana lagi kembali ke rumah sebelumnya," tutup Mbah Dul saat ditemui di kediaman anaknya.[din/ito]

 

Tag : Pilkades, kapas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat