13:00 . Archipelago Food Festival Pertama Hadir di Kota Ledre   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Arti Pola Asuh Strict Parents Beserta 10 Tanda-tandanya   |   17:00 . Puluhan Medali Berhasil Dibawa Pulang Kontingen Bojonegoro   |   16:00 . Kemenag RI Terbitkan Panduan Pelaksanaan Salat Iduladha dan Penyembelihan Kurban   |   14:00 . Amalan-Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Keutamaannya   |   10:00 . Harga Daging Sapi Turun, Pedagang Malah Keluhkan Sepi Pembeli   |   09:00 . BPN Bojonegoro Gelar Acara Pisah Sambut Pejabat Administrator   |   08:00 . Dinkes Bojonegoro Bentuk Pelayanan PSC 119   |   20:00 . Cabor Horseback Archery Bojonegoro Tambah Satu Emas di Porprov Exhibition Jatim   |   19:00 . Mendag Zulhas: Dorong Produk UKM Indonesia Tembus Pasar Timur Tengah   |   18:00 . Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Turnamen Sablon Cup III Kembali Digelar   |   17:00 . HUT AMPI Ke-44, Pengurus DPD AMPI Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   16:00 . Begini Cara Mendaftar MyPertamina dengan Ponsel   |   10:00 . Puskesmas Tanggapi Curhatan Warga di Instagram Terkait Penanganan Sang Kakek   |   09:00 . Ruwatan Massal di Bojonegoro Kembali Digelar, Ini Jadwalnya   |  
Mon, 04 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Kembali ke Rumah

blokbojonegoro.com | Wednesday, 22 January 2020 10:00

Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Kembali ke Rumah

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Insiden pengusiran dari rumah yang menimpa Dul Ngali (80) warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang dilakukan oleh SW yang notabenya Keponakan sendiri, Selasa (21/1/2020) kemarin, sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

SW mengaku insiden pengusiran kepada Mbah Dul tidak benar terjadi dan hanya salah paham saja. Kejadian tersebut bermula saat Mbah Dul memasang banner dari salah satu calon kades Desa Kumpulrejo di pekarangan rumahnya, yang mana seharusnya belum waktunya untuk memasang banner tersebut lantaran belum masuk waktu kampanye.

"Sebenarnya saya hanya mengingatkan dan terjadi salah paham dengan Mbah Dul, dengan artian mengusir Mbah Dul," ujar SW, Rabu (22/1/2020).

SW juga menjelaskan bahwa lahan yang ditempati oleh Mbah Dul adalah miliknya dan Mbah Dul hanya menempati. Mbah Dul sendiri adalah keponakan dari ayah SW.

SW juga sudah mengklarifikasi dengan Polisi dan juga mendatangkan langsung saksinya, yaitu pembantu Mbah Dul dan benar-benar tidak melakukan pengusiran.

"Kenapa di pemberitaan itu saya mengusir dengan kekerasan, padahal saya tidak menggunakan kekerasan dan datang sendiri," imbuhnya kepada blokBojonegoro.com.

Akibat insiden tersebut Mbah Dul saat ini berada di rumah anaknya yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat tinggal Mbah Dul sebelumnya yang juga berada di Rt 3 Rw 1. Mbah Dul juga mengungkapkan ia tidak akan kembali ke rumah lamanya lagi, lantaran merasa sudah tidak nyaman dan tidak cocok dengan pemilik lahan.

"Saya sekarang tinggal di rumah anak saya dan tidak ada rencana lagi kembali ke rumah sebelumnya," tutup Mbah Dul saat ditemui di kediaman anaknya.[din/ito]

 

Tag : Pilkades, kapas



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat