13:00 . Archipelago Food Festival Pertama Hadir di Kota Ledre   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Arti Pola Asuh Strict Parents Beserta 10 Tanda-tandanya   |   17:00 . Puluhan Medali Berhasil Dibawa Pulang Kontingen Bojonegoro   |   16:00 . Kemenag RI Terbitkan Panduan Pelaksanaan Salat Iduladha dan Penyembelihan Kurban   |   14:00 . Amalan-Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah dan Keutamaannya   |   10:00 . Harga Daging Sapi Turun, Pedagang Malah Keluhkan Sepi Pembeli   |   09:00 . BPN Bojonegoro Gelar Acara Pisah Sambut Pejabat Administrator   |   08:00 . Dinkes Bojonegoro Bentuk Pelayanan PSC 119   |   20:00 . Cabor Horseback Archery Bojonegoro Tambah Satu Emas di Porprov Exhibition Jatim   |   19:00 . Mendag Zulhas: Dorong Produk UKM Indonesia Tembus Pasar Timur Tengah   |   18:00 . Sempat Tertunda Akibat Pandemi, Turnamen Sablon Cup III Kembali Digelar   |   17:00 . HUT AMPI Ke-44, Pengurus DPD AMPI Bojonegoro Resmi Dikukuhkan   |   16:00 . Begini Cara Mendaftar MyPertamina dengan Ponsel   |   10:00 . Puskesmas Tanggapi Curhatan Warga di Instagram Terkait Penanganan Sang Kakek   |   09:00 . Ruwatan Massal di Bojonegoro Kembali Digelar, Ini Jadwalnya   |  
Mon, 04 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#TokohBojonegoro (7)

Roekmini Koesoemawati Astoeti Jenderal Polisi Wanita ke Dua di Indonesia

blokbojonegoro.com | Thursday, 18 June 2020 12:00

Roekmini Koesoemawati Astoeti Jenderal Polisi Wanita ke Dua di Indonesia

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Tokoh asal Kabupaten Bojonegoro, Brigadir Jenderal Pol (Purn.) Dra. Roekmini Koesoema Astoeti (Almh) bisa menjadi kebanggan bagi masyarakat Kota Migas. Pasalnya, wanita kelahiran Bojonegoro, 4 September 1938 tersebut, adalah wanita yang sukses mencapai pangkat Jenderal Polisi di Indonesia ke dua, setelah Brigjen Pol (Purn) Jeanne Mandagi.

Namun, capaian itu tidak serta merta mudah didapatkannya. Butuh perjuangan keras hingga mencapai titik tersebut. Bahkan, sejak kecil di usianya yang ke-7 tahun masih duduk di bangku SD, Roekmini kehilangan sosok ayahnya meninggal dunia, R. Soedarso yang merupakan Kepala Kehutanan Saradan, Madiun. Setelah ayahnya meninggal, Roekmini bersama kakaknya, Palupi, ikut pamannya.

[Baca juga: Titie Said Sadikun Penulis Senior dan Ketua Lembaga Sensor Film Indonesia ]

Ada kisah menarik pada masa sulit dalam hidupnya, yakni pada tahun 1952 dia bersama sang kakak menuliskan surata kepada Presiden Indonesia waktu itu Soekarno. Dalam suratnya, dia meminat agar dikirimi sepeda. Sekitar enam bulan setelah mengirimkan surat itu, dia bersama kakaknya diminta hadir di Karesidenan Madiun. Sebab, Presiden Soekarno akan memberikan mereka uang sebesar Rp.500 untuk membeli sepeda. Akan tetapi, pemberian uang itu ditolak olehnya. Karena yang mereka butuhkan adalah sepeda, bukan yang. Sehingga Bung Karno pun membelikan sepeda dari uang itu.

Pasca menyelesaikan pendidikannya di SMA, Roekmini pada tahun 1964, Roekmini melanjutkan studinya di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Setelah tamat, dia memilih kariernya di kepolisian. Beberapa tugas yang pernah diembannya di antaranya menjadi Staf Asisten Intel Khusus di Polwil 096 Yogyakarta, Kepala Seksi Pengawas Keamanan Negara (PKN), Kepala Seksi Pembinaan Ketertiban Masyarakat, Kepala Seksi Psikologi, Kepala Biro Organisasi Sosial Politik Kowilhan II/Jawa Madura. Salah satu tugasnya yang pailng berat ialah ketika sebagai Staf Asisten Intel ia harus menangani kasus pemerkosaan Sum Kuning yang melibatkan anak-anak penggede di wilayahnya.

Pada tahun 1978, Roekmini menjadi lulusan terbaik ke dua kursus kekaryaan ABRI. Karena prestasinya, selanjutnya, tahun 1982, Roekmini ditunjuk sebagai anggota DPR untuk mewakili Polri. Roekmini menjadi satu-satunya perempuan di antara 90 anggota Fraksi ABRI saat itu.

Dalam jabatannya itu, Roekmini sempat ditugasi di Komisi IX dan Komisi IV, dan belakangan di Komisi II yang berhadapan dengan banyak kasus yang menyangkut kehidupan rakyat kecil langsung, seperti kasus tanah, Bagi istri dari Ir. Mas Soejono ini, ABRI harus bisa menyuarakan kepentingan rakyat, dan memperjuangkan agar proses pengambilan keputusan politik tidak meninggalkan rakyat.

Apa yang diucapkannya dari kursi DPR juga diwujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Roekmini tampil sebagai anggota DPR yang sangat vokal. Namun Roekmini mengaku bahwa semua ucapannya di istana wakil rakyat itu sudah dikonsultasikannya dengan atasannya terlebih dulu, yang terpenting tidak mengkhianati UUD 45, Pancasila dan ABRI. Namun, karena keberaniannya itu, setelah dua periode menjabat, akhirnya pada 1992 dia dicopot dari DPR bersama sepuluh orang rekannya dari Fraksi ABRI. Berikutnya, Roekmini dipindahkan ke Markas Besar ABRI sebagai staf yang membantu Kasospol ABRI. Pada 1993 ibu dari 4 anak ini mendapat kepercayaan untuk duduk di Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia.

Di usianya yang ke 57 tahun, pada 2 September 1996, wanita yang sempat menulis buku Mata Hati Roekmini: Nurani untuk Hak Asasi itu meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan di makam keluarganya di Mangunarsan, Desa Baerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. [ito]

Data diri:
Nama: Brigadir Jenderal Pol (Purn.) Dra. Roekmini Koesoema Astoeti (Almh)
Tempat dan Tanggal Lahir: Bojonegoro, 4 September 1938
Meninggal dunia    2 September 1996 (usia 57 tahun)
Bapak: R. Soedarso
Ibu: Raden Ayu Soemina
Suami: Ir. Mas Soejono
Anak: Sih Wening Wijayanti, Ardi Wijaya, Giri Wijaya Sidi, Bagus Aji Mandiri

Riwayat Jabatan
- Kepala Seksi Pengawas Keamanan Negara (PKN)
- Kepala Seksi Pembinaan Ketertiban Masyarakat
- Kepala Seksi Psikologi
- Kepala Biro Organisasi Sosial Politik Kowilhan II/Jawa Madura
- Staf Asisten Intel
- Anggota DPR Komisi IX
- Anggota DPR Komisi IV
- Anggota DPR Komisi II
- Staf Kasospol ABRI
- Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia

Tag : tokoh, bojonegoro, roekmini, astoeti, jenderal, polwan, polisi, abri



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat