07:00 . Saat Tekanan Darah Naik, Konsumsi 6 Makanan Ini Agar Turun!   |   21:00 . Silaturahmi ke Masyarakat, PKB Pastikan Perjuangkan Nasib Warga   |   20:00 . Polres Bojonegoro Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2021   |   19:00 . Jelang Lebaran Petani Clebung Panen Kacang Tanah   |   18:00 . Muhammadiyah Umumkan 1 Syawal Jatuh 13 Mei 2021   |   17:00 . Asyiknya Ngabuburit Sambil Jogging di Kahyangan Api   |   16:00 . Produsen Kuker Jadoel Kebanjiran Pesanan Selama Bulan Ramadan   |   15:00 . Sebagai Reward Lebaran, Remisi Napi Akan di Umumkan Setelah Idul Fitri   |   14:00 . Beragam Olahan dari Kelor di Desa Bogo Miliki Bahan Baku Sendiri   |   13:00 . Indonesia Terima 982 Ribu Dosis Vaksin Untuk Vaksinasi Gotong Royong   |   12:00 . Satgas: Adanya Varian Baru Jangan Disikapi Dengan Panik   |   11:00 . Berbelanja Online Cara Paling Aman Menyambut Lebaran Tanpa Berkerumun di Pusat Perbelanjaan   |   09:00 . Satgas Ingatkan Tradisi Belanja Lebaran Jangan Memicu Klaster Baru   |   07:00 . Tanpa Disadari Anak-Anak Bisa Konsumsi Gula Seperempat Kilo Sehari   |   05:00 . 4 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 4 Orang   |  
Thu, 06 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kekurangan Air, Padi di Balen Terancam Gagal Panen

blokbojonegoro.com | Monday, 22 June 2020 20:00

Kekurangan Air, Padi di Balen Terancam Gagal Panen

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Para petani di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, hanya bisa gigit jari melihat tanaman padinya kekurangan air. Jika tidak segera mendapatkan air dimungkinkan tanaman padi tersebut akan mati dan terancam gagal panen.

Pasalnya petani di Kecamatan Balen selain mengandalkan air hujan, juga menggantungkan air kiriman dari waduk pacal. "Sudah dua mingguan ini tidak ada air, padahal tanaman padi sudah waktunya diairi. Tapi tak ada air," keluh salah seorang petani asal Desa Balenrejo, Abdul Jamil.

Diungkapkan Jamil, tidak hanya petani di Desa Balenrejo saja yang mengeluh tidak adanya air, seperti di Desa Lengkong, Kabunan, Mulyoagung, Sobontoro dan desa diutara Kecamatan Balen sangat membutuhkan air sekarang ini.

"Usia tanaman padi sekitar 40 sampai 50 hari. Kalau tidak segera teraliri air bisa dipastikan gagal panen lagi untuk yang kedua kalinya," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Sehingga berbagai upaya dilakukan para petani, mereka yang mempunyai lahan luas memilih membuat sumur bor untuk mencukupi ketersediaan air. Namun petani yang hanya mengandalkan air kiriman dari waduk pacal, tidak bisa berbuat banyak.

"Kita hanya menunggu air kiriman dari selatan (waduk pacal). Harapannya pemerintah memperhatikan kondisi tanaman padi yang sebentar lagi berbuah," ungkapnya.

Hal senada juga dikeluhkan petani di Desa Lengkong, Tukimin, yang berharap agar tanaman padi teraliri air. Sebab kalau terlambat mendapatkan air, hasilnya tidak akan maksimal. "Semoga segera ada air hujan atau air kiriman," harapnya.[zid/lis]

Tag : Padi, gagal, panen

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat