20:00 . Pendaftaran CASN Diundur Hingga Akhir Juni   |   19:00 . Polres Bojonegoro Bagikan Ratusan Paket Sambako untuk Petugas Medis   |   18:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   16:00 . DEN Bantu  Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |   11:00 . Bojonegoro Terus Berbenah   |   08:00 . Dalane Bojonegoro Wis 'Nglenyer'   |   07:00 . Orangtua, Ini Pentingnya Bantu Anak Atur Emosi   |   22:00 . Menikmati Keindahan Bukit Atas Angin di Malam Hari   |   21:00 . Momentum Hari Bhayangkara Ke - 75 Polres Bojonegoro Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jadikan Sedekah Sebagai Kunci yang Diberikan Orang Tua untuk Sukses   |   19:00 . Duh...! Terus Meningkat, Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Bojonegoro 43 Orang   |   18:00 . Kurang Konsentrasi, Toyota Vios Tabrak Pembatas Jembatan di Mayangkawis   |   17:00 . Melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Bupati Anna Imbau Terus Tingkatkan Prokes   |   16:00 . Mahasiswa Bidikmisi Unu Sunan Giri Tandatangani Kontrak Perjanjian   |   15:00 . Jelang Idul Adha, Penjual Tusuk Sate Mulai Menggelar Lapak   |  
Sat, 19 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Panen Singkong Melimpah, Warga Dawe Buat Gaplek

blokbojonegoro.com | Saturday, 01 August 2020 14:00

Panen Singkong Melimpah, Warga Dawe Buat Gaplek

Reporter: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Panen singkong di Dusun Dawe Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro melimpah.

Untuk mengawetkan hasil panen, warga membuat gaplek dari tanaman yang memiliki nama ilmiah Manihot utilissima tersebut.

Hal tersebut menjadi pilihan setelah sebagian hasil panen dijual.

Wanto, petani asal Dusun Dawe Desa Bobol menyebut, singkong ditanam dengan metode stek batang dan bisa dipanen di usia tanam empat sampai enam bulan. Singkong diawetkan dengan pengeringan dan dibuat menjadi gaplek.

Pengawetan dilakukan, sebagai cara untuk menyimpan singkong untuk kebutuhan bahan makan alternatif keluarga seperti nasi tiwul. 

"Singkong ditanam sebagai sumber makanan alternatif, dan bisa dijual sebagai sumber penghasilan tambahan," ujar Wanto saat ditemui blokBojonegoro.com, Sabtu (1/8/2020).

Menurut Wanto, singkong bisa jadi bahan untuk membuat tepung tapioka, petani sendiri menjual hasil panen singkong seharga Rp1.500 perkilogram.

Selain dijual singkong dijadikan gaplek, pembuatan gaplek dimaksudkan juga untuk memberi nilai tambah dari singkong. Perkilogram gaplek, bisa dijual Rp2.000.

"Warga membudidayakan singkong untuk berbagai kebutuhan. Tanam sendiri dilakukan terjadwal, dengan usia panen empat sampai enam bulan. Saya menanam singkong ketika awal mula musim penghujan," terang Sumarni petani lain.

Singkong hasil panen Sumarni, kerap dijual ke pengepul yang katanya akan dibuat untuk kebutuhan usaha kuliner, seperti pembuat keripik singkong, tape serta singkong goreng keju. 

Kendati demikian, Sumarni juga tetap melakukan pengawetan singkong hasil panen dengan membuat gaplek.

Proses pembuatan gaplek dilakukan dengan menjemur singkong yang sudah dikupas. Singkong kupas yang kering biasa disebut dengan gaplek, bisa diolah menjadi makanan dengan proses perendaman.

Gaplek yang sudah direndam dan dikukus, lalu dijemur hingga menjadi butiran beras singkong yang bisa disimpan dalam waktu lama dan apabila diolah disebut dengan nasi tiwul. [her/mu]

Tag : Panen, singkong, panen singkong

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more