07:00 . Orangtua, Ini Faktor yang Menyebabkan Anak Rentan Alami Stres saat Ujian Sekolah   |   22:00 . Pedagang Keluhkan Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |   21:00 . Bersinergi Kapolres Bojonegoro Lakukan Audiensi Bersama PC GP Ansor Bojonegoro   |   20:30 . Video Lakalantas Truk Seruduk Teras Toko di Balen   |   20:00 . Gelar Pelatihan, STIKES Rajekwesi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kesehatan   |   19:00 . Peduli ADHA, Pita Merah Adakan Home Care dan Berikan Bantuan   |   18:00 . Anniversary Ke-5, VLOC Chapter Bojonegoro Beri Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Dijuluki Netherlands Bojonegoro, Kantor Notaris Jadi Tempat Swafoto Hingga Prewedding   |   16:00 . Lagi-lagi Terjadi Kecelakaan Truk Banting Setir Nyelonong Depan Toko   |   15:00 . Dukung KADIN Bojonegoro, Budiono Siapkan 10 Titik Bantuan untuk UMKM Ponpes dan Kampus   |   14:00 . Mendag: Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi   |   13:00 . Kecelakaan Tunggal, Truk Muatan Ayam Hantam Pohon   |   12:00 . 81 Produk Mahasiswa Kampus Ungu Dipamerkan di Stakeholders Collaborations   |   11:00 . KADIN Bojonegoro Menggelar Stakeholders Collaboration 2022   |   10:00 . Peluang Usaha di Era Kekinian - Tuban Digital Forum   |  
Thu, 20 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tingkatkan Kualitas Pendidik, 9 Dosen Stikes Rajekwesi Tersertifikasi Kemendikbud

blokbojonegoro.com | Friday, 07 August 2020 11:00

Tingkatkan Kualitas Pendidik, 9 Dosen Stikes Rajekwesi Tersertifikasi Kemendikbud

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Setelah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Rajekwesi Bojonegoro, peningkatan kualitas tenaga pendidik terus ditingkatkan. Terbukti kampus kesehatan yang berada di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu memastikan ada sembilan dosen yang tersertifikasi Kemendikbud.

Melalui laman http://sister.kemendikbud.go.id yang diumumkan 4 Agustus 2020, menyatakan dosen STIKES Rajekwesi Bojonegoro 100 persen lulus dalam seleksi sertifikasi dosen sesi 1 tahun 2020.

Dosen tersebut diantaranya Agus Ari Afandi M.Psi.(Psikolog), Dwi Agung Susanti.S.Kep.Ns.M.Kep, Evita Muslima IP S.Kep.Ns.M.Kep dan Nur Azizah. Bd. M.Keb

"Hal ini menambah jumlah deretan dosen bersertifikat pendidik di STIKES Rajekwesi Bojonegoro. Jadi sekarang ini ada 9 dosen tersertifikasi," kata Direktur Stikes Rajekwesi Bojonegoro, Fidrotin Azizah, Jum'at (7/8/2020).

Bu Fid, panggilan Fidrotin Azizah menjelaskan, sebelumnya jumlah dosen STIKES Rajekwesi yang bersertifikat pendidik ada 5 dosen. Namun usai ada pengumuman hasil seleksi serdos (sertifikasi dosen) sesi 1 tahun 2020, jumlah dosen yang bersertifikat pendidik menjadi 9 dosen.

"Sertifikasi dosen ini merupakan tolak ukur yang menggambarkan kualitas dosen, dalam melakukan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta dalam menjalankan kegiatan tridarma perguruan tinggi," jelasnya.

Menurut Bu Fid, berkat upaya dosen Stikes Rajekwesi Bojonegoro yang profesional, karena sebelumnya sukses membuka prodi (program studi) baru S1 Farmasi, S1 Keperawatan & Profesi Ns dan S1 Kebidanan & Profesi Bidan.

Diharapkan, dengan prestasi yang selalu diukir STIKES Rajekwesi Bojonegoro, menjadikan kampus yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro (YPKRB) ini semakin jaya. Sekaligus menjadi institusi pendidikan kesehatan terdepan, serta selalu memberikan peran terbaikknya bagi perkembangan pendidikan di bojonegoro dan sekitarnya.

"Semoga kedepannya YPKRB dan STIKES Rajekwesi Bojonegoro tidak berhenti mengukir kisah sukses dan mampu menunjukkan eksistensinya, dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten unggul dan bermoral," pungkasnya. [zid/mu]

Tag : stikes rajekwesi, rajekwesi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat