19:00 . Kapolsek: Jenazah Masih Diperiksa, Akan Dimakamkan Besok   |   18:00 . Hampir Sepekan Tidak Keluar, Pemuda Sebatang Kara ini Ditemukan Meninggal Dunia   |   14:00 . Inilah 6 Dapil di Bojonegoro   |   12:00 . Gerbong Mutasi Bergulir, Dua Kabag dan Satu Kasat Diganti   |   11:00 . 2.472 Jamaah Tahlil di Bojonegoro Sudah Terima Bansos Keagamaan   |   10:00 . Lho...!!! Baru Awal Tahun Ratusan Istri Gugat Cerai   |   09:00 . Momentum 1 Abad NU, MUI Bojonegoro: Ikon Utuhnya NKRI   |   08:00 . JTB Dikembangkan Pertamina EP Cepu Resmi Salurkan Energi Jatim dan Jateng   |   07:00 . 5 Cara Mengatasi Perasaan Insecure agar Lebih Percaya Diri   |   20:00 . Munajat di Makam Syaikhona Kholil Bangkalan   |   19:00 . Ijazahan Manaqib Jawahirul Ma'ani   |   18:00 . Manaqib Taman Sholaya Ziarah dan Ijazahan Jawahirul Ma'ani   |   14:00 . Menteri ESDM: Penerimaan Negara dari Lapangan Gas JTB Rp23,1 Triliun   |   13:00 . Wapres Sampaikan 4 Strategi Tingkatkan Pemanfaatan Migas di Era Transisi Energi   |   12:00 . Tekan Tombol Sirine, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Lapangan Gas JTB   |  
Thu, 09 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

AMSI Desak Polisi Usut Doxing Atas Jurnalis Liputan6com

blokbojonegoro.com | Saturday, 12 September 2020 19:00

AMSI Desak Polisi Usut Doxing Atas Jurnalis Liputan6com

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mendesak Kepolisian Republik Indonesia segera mengusut tindakan teror melalui doxing yang dialami jurnalis Liputan6com, Cakrayuni Nuralam. Doxing adalah pelacakan dan pembongkaran identitas seseorang, lalu menyebarkannya ke media sosial untuk tujuan negatif.

Tindakan doxing tersebut bisa dikategorikan sebagai bentuk intimidasi dan upaya menghalang-halangi jurnalis menjalankan pekerjaannya. Tindakan menghalang-halangi jurnalis dalam menjalankan profesinya bisa dijerat dengan pasal 18 Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, yang memuat ketentuan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi kemerdekaan pers dapat dipidana dengan ancaman paling lama dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Cakrayuni mengalami doxing secara masif sejak 11 September 2020. Para pelaku doxing mempublikasikan data pribadi korban seperti foto, alamat rumah, nomor telepon, hingga identitas keluarga. Para pelaku juga membuat narasi yang mengajak orang untuk melakukan tindak kekerasan terhadap korban. Sejak saat itu, akun media sosial korban diserang oleh berbagai macam komentar yang mengintimidasi. Rumah korban juga mulai dipantau oleh beberapa orang yang tidak dikenal.

Teror ini bermula saat Cakrayuni menulis sebuah artikel di kanal Cek Fakta Liputan6com tentang verifikasi klaim yang menyebut politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, adalah cucu dari pendiri Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera Barat, Bachtaroeddin.

Artikel tersebut terbit pada 10 September 2020 dengan link: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4352565/cek-fakta-tidak-benar-anggota-dpr-dari-fraksi-pdi-perjuangan-cucu-pendiri-pki-di-sumbar

Keesokan harinya, sekitar pukul 18.20 WIB, akun Instagram @d34th.5kull mengunggah foto korban dengan narasi yang mengintimidasi. Disusul kemudian oleh akun Instagram cyb3rw0lff_, cyb3rw0lff99.tm, _j4ck5on, dan __bit_chyd__. Malamnya, sekitar pukul 21.03 WIB, akun @d34th.5kull mengunggah sebuah video provokatif dengan narasi teror pada Cakrayuni yang disebarkan akun i.b.a.n.e.m.a.r.k.o.b.a.n.e dan bit__chyd_.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut menegaskan, AMSI mengecam keras teror dan intimidasi terhadap jurnalis melalui doxing ini. "Jika ada pihak yang berkeberatan dengan isi artikel yang dibuat jurnalis, hendaknya menempuh mekanisme yang telah diatur oleh Undang-undang, yakni melalui hak jawab atau mengadukan ke Dewan Pers," tegasnya.

Karena itulah, AMSI menuntut polisi bergerak cepat mengusut kasus ini. AMSI mendukung tindakan manajemen Liputan6com untuk melaporkan peristiwa teror ini ke aparatur penegak hukum.

AMSI juga meminta perusahaan pengelola platform media sosial untuk meningkatkan pengawasannya atas konten berbahaya seperti teror dan doxing semacam ini. "Pelanggaran hukum semacam itu tak pantas diberi ruang di media sosial. Pengelola perusahaan media sosial harus aktif menghapus posting-posting teror, intimidatif, dan hasutan untuk berbuat kekerasan seperti itu," kata Wenseslaus Manggut.

 

Tag : Doxxing, media, wartawan, Dewan, pers



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more