16:00 . BMKG Juanda: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang   |   15:00 . BPBD Jatim Beberkan Potensi Daerah Rawan Bencana, Termasuk Bojonegoro   |   13:00 . Jalan Darurat Jembatan Kedungjati Kembali Dibuka   |   12:00 . Bupati Bojonegoro Bersama Sekretaris Utama BMKG Tandatangani MoU Mitigasi Bencana   |   07:00 . Tak Perlu Tunggu Tua, Begini Cara Cegah Nyeri Sendi Sejak Muda   |   19:00 . Tren Hijab Segi Empat dan Pashmina Warna Pastel Jadi Idola   |   18:00 . Peringati Hari AIDS, STIKes Rajekwesi Edukasi Masyarakat   |   17:00 . Siapkan Atlet Muda, Igornas Jatim Gelar Balap Sepeda di Bojonegoro   |   15:00 . Damisda Buat Program Pemkab Lebih Terukur   |   14:00 . Berikut Para Juara Lomba pada Gebyar PAI SMA   |   13:00 . MGMP PAI Bojonegoro Gali Minat dan Bakat Siswa Melalui Lomba   |   11:00 . SMP Negeri 1 Kapas Terapkan Program Desasari   |   08:00 . Efek Kepak Sayap Kupu-Kupu   |   17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |  
Tue, 06 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Satgas Covid-19: Peningkatan Kasus Aktif Tidak Bisa Ditoleransi

blokbojonegoro.com | Wednesday, 23 December 2020 18:00

Satgas Covid-19: Peningkatan Kasus Aktif Tidak Bisa Ditoleransi

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Perkembangan terkini penanganan COVID-19 per 22 Desember 2020, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 6.374 kasus, dimana jumlah kasus aktif sebanyak 105.146 atau 15,5 % dibandingkan rata-rata dunia sebesar 27,55%. Jumlah kasus sembuh sebanyak 555.722 atau 81,5% dibandingkan rata-rata dunia 70,24%. Untuk jumlah pasien meninggal 20.257 kasus atau 32,9% dibandingkan rata-rata dunia 2,19%.

Yang perlu menjadi perhatian, menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito ialah kasus aktif. Dimana jumlahnya saat ini sudah menembus lebih dari 100 ribu .

"Hal ini menunjukkan bahwa tren peningkatan kasus aktif cepat terjadi. Ini adalah hal yang tidak dapat ditoleransi," katanya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dari grafik data, kenaikan kasus aktif di Indonesia menunjukkan tren yang memburuk. Dan sudah menembus lebih dari 100 ribu dalam waktu satu bulan, yaitu dari bulan November ke Desember 2020. Jika Berkaca dari pengalaman sebelumnya, kenaikan kasus aktif dari kisaran 10 ribu hingga ke 30 ribu membutuhkan waktu 3 bulan (Mei - Juli). Selanjutnya, hanya dibutuhkan waktu 2 bulan untuk mencapai 60 ribu dari yang sebelumnya 30 ribu.

Yang sangat disayangkan lagi, lanjut Wiku, terdapat penurunan kedisiplinan protokol kesehatan mendampingi grafik kenaikan kasus aktif ini. "Grafik kasus ini bukan hanya sekedar angka, namun merefleksikan jumlah nyawa manusia. Naik atau turunnya grafik ini ada di tangan kita semua. Setiap kenaikan grafik ini berpotensi menimbulkan kematian," katanya.

Disamping itu, pada perkembangan tren kasus positif mingguan, terdapat peningkatan kasus sebesar 12,1% dibandingkan minggu sebelumnya. Pekan ini, kasus positif didominasi 5 provinsi penyumbang tertinggi kenaikan kasus. Diantaranya pertama, DKI Jakarta (8.538 -> 10.611), Sulawesi Selatan naik 933 (1.631 -> 2.564), Jawa Barat naik 801 (6.937 -> 7.738), Jawa Timur naik 442 (4.910 -> 5.352) dan Kalimantan Timur naik 390 (1.337 -> 1.727).

"Mayoritas kelima provinsi ini, provinsi yang sama dengan provinsi penyumbang kasus tertinggi pekan lalu," tegas Wiku.

Lalu, pada perkembangan kasus kematian mingguan, terdapat tren peningkatan sebesar 3,0%. Ada 5 provinsi kenaikan kematian tertinggi dimulai dari Jawa Tengah naik 35 (173 -> 208), Jawa Timur naik 35  (296 -> 331), DKI Jakarta naik 21 (118 -> 139), Sumatera Barat naik 17 (13 -> 30) dan Lampung naik 10 (25 -> 35). Sementara daerah dengan persentase kematian tertinggi berada di Jawa Timur 6,92%, Sumatera Selatan 5,29%, Nusa Tenggara Barat 5,14%, Lampung 4,50% dan Aceh 4,14%.

Masih tingginya kematian pasien, disebabkan penanganan fasilitas kesehatan yang belum memenuhi standar. Akibatnya pasien tidak bisa ditangani dengan cepat dan efektif. Provinsi-provinsi dengan kematian tertinggi segera evaluasi penangan pasien di fasilitas pelayanan kesehatannya.

"Lakukan penanganan yang maksimal, untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Ingat, satu nyawa yang hilang sangatlah berharga," Wiku menekankan.

Dibandingkan kasus positif dan kematian, perkembangan tren kesembuhan pekan ini terlihat baik. Pada tren kesembuhan kumulatif saat ini berangsur meningkat, yaitu sebesar 16,8%. Apresiasi diberikan pada 5 provinsi penyumbang kesembuhan tertinggi. Yaitu DKI Jakarta naik 522 (7.405 -> 9.345), Jawa Tengah naik 482 (2.354 -> 3.750), Jawa Barat naik 304 (5.470 -> 6.664), Jawa Timur naik 298 (3.680 - > 4.322) dan Jambi naik 184 (94 -> 308).

Untuk persentase kesembuhan tertinggi berada di Gorontalo 94,57%, Papua Barat 90,83%, Kalimantan Selatan 90,36%, DKI Jakarta 90,06%, dan Riau 89,3%. "Walaupun demikian, jangan sampai lengah. Tetap optimalkan upaya pengendalian COVID-19 melalui testing dan tracing sehingga mereka yang positif dan kontak terdekatnya, dapat di deteksi lebih dini dan melalui treatment yang baik dapat meningkatkan peluang kesembuhan," lanjut Wiku.

Tag : bojonegoro, perkembangan covid bojonegoro, satgas covid 19, virus corona, ingat pesan ibu, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat