07:00 . Dear Parents, Ini Lima Langkah Mendidik Anak Cerdas dan Sukses di Masa Depan   |   21:00 . Pengalaman Meresahkan Saat Nomor Dijaminkan Orang Asing untuk Pinjol   |   20:00 . Jagung Mahal Saat Panen Raya,Petani Senang   |   19:00 . Sukseskan Vaksinasi Lansia, Banjarsari Gunakan Bus Tayo untuk Antar Jemput   |   18:00 . Brain Challenge, Sarana Asah Kemampuan Logika Generasi Milenial   |   17:00 . Wabup Dukung Kampung Tangguh Covid dan Narkoba di Bojonegoro   |   16:00 . Kecelakaan di Sukowati, Pemotor Meninggal Seketika   |   16:00 . Varian Baru Covid Ditemukan di Bojonegoro Bupati Imbau Warga Patuhi Prokes   |   15:00 . Pembeli di Giant Keluhkan Diskon, Harga Masih Mahal   |   14:00 . Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media   |   12:00 . 1 Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Virus Covid-19 Varian Baru   |   10:00 . Berikut ini Peraih Nilai Tertinggi 37 Kursi Perangkat Desa di Kecamatan Sumberrejo   |   07:00 . Akibat Tertutup Masker, Anak-Anak Kesulitan Membaca Emosi   |   06:00 . 8 Pasien Sembuh, Kasus Baru Tambah 10 Orang   |   20:00 . Upaya Preventif Pernikahan Dini Bisa Dilakukan Mulai dari Keluarga   |  
Thu, 17 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tekan Angka Diska dan KDRT, Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi di Kepohbaru

blokbojonegoro.com | Thursday, 10 June 2021 17:00

Tekan Angka Diska dan KDRT, Pemkab Bojonegoro Gelar Sosialisasi di Kepohbaru

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sebagai upaya menekan angka pernikahan dini dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awannah hadiri penyuluhan hukum terkait pencegahan perkawinan usia dini dan penghapusan KDRT, yang digelar oleh bagian hukum Pemkab Bojonegoro, di Kepohbaru Kamis, (10/6/2021).

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh bagian hukum ini nantinya akan dilaksanakan 4 kali di beberapa Kecamatan, hal ini dilakukan oleh Pemkab untuk menekan angka Dispensi Kawin (Diska), yang mana sesuai Undang-undang No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan.

Mengutip data dari Pengadilan Agama Bojonegoro, tercatat per 1 Januari hingga 1 Desember 2020 pemohon Diska di Bojonegoro membludak hingga 607. Kemudian 1 Januari hingga Mei 2021 tercatat sebanyak 302 Permohonan Diska. Angka tersebut dihimpun dari 28 Kecamatan, di mana seluruh kecamatan terdapat pemohon Diska.

Bupati Bojonegoro, menyampaikan bahwa seluruh aturan terkait perkawinan, perlindungan anak dan peraturan terkait lainnya telah ada. Namun yang menjadi persoalan berupa penerapan di masyarakat yang kurang efektif.

"Di sini pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama untuk memahamkan dampak negatifnya baik dari sisi kesehatan, psikis hingga kesejahteraan," terang Bupati Anna.

Pemerintah tidak berkehendak untuk menghentikan perilaku ini, namun bisa dicegah bersama-sama mulai dari unsur tertinggi yakni tingkat Pemda, lingkungan hingga tingkat keluarga.

"Memberikan pendampingan, pemahaman kepada putra-putrinya dan menjamin pendidikan secara maksimal merupakan salah satu upaya pencegahan Diska," tandasnya. [liz/ito]

Tag : pemkab, bojonegoro, diska

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more