17:00 . Baru Terbentuk, Pengkab ISSI Bojonegoro Berangkatkan Belasan Atlet Ikut Kejurprov   |   16:00 . Dinas PMD Bojonegoro Luncurkan Aplikasi Siap Desa   |   15:00 . Pemdes Ngampel Gelar Lomba Senam dan Berbagi Ratusan Sembako   |   13:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   12:00 . Puluhan Kader IPNU IPPNU Mengikuti Diklatama DKAC CBP KPP Balen   |   11:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Dilantik PB IKA PMII   |   10:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Update 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia: Perbedaan dan Efek Sampingnya   |   18:00 . Dukung Potensi Atlet, Pemkab Bojonegoro Segera Luncurkan KPOB   |   13:00 . Kemendag Mengungkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis   |   12:00 . 34 Daerah di Jatim Masuk Asesmen Level 1   |   08:00 . DPRD Sepakati Kenaikan Tamsil GTT/PTT Hingga Realisasi Beasiswa dan Rehab Ruang Belajar   |   07:00 . Jangan Dijadikan Kebiasaan, Ini 3 Dampak Buruk Mengucek Mata   |   21:00 . Akibat Korsleting Listrik, Toko Obat Pertanian di Temayang Terbakar   |   20:00 . PPKM Dilonggarkan, Jumlah Penumpang Bus Meningkat   |  
Sun, 17 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tahun Ini Angka Diska Di Bojonegoro 517 Perkara

blokbojonegoro.com | Thursday, 07 October 2021 15:00

Tahun Ini Angka Diska Di Bojonegoro 517 Perkara Ketua Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Solikin Jamik (Foto: blokBojonegoro.com/Uul Lyatin)

Kontributor : Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Angka pernikahan dini di Kabupaten Bojonegoro hingga saat ini terbilang semakin alami peningkatan dan cenderung naik setiap bulan hingga tahunnya. Pengadilan Agama Bojonegoro mencatat hingga satu tahun ini hingga bulan September lalu, pernikahan dini di Bojonegoro sebanyak 517 remaja.

Solikin Jamik selaku Ketua Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro mengungkapkan, tingginya pelamar dispensasi kawin (Diska) karena faktor pendidikan calon mempelai yang rendah. Selain itu, minimnya pemikiran dewasa dan bergantung dengan orang tua yang semakin memicu banyaknya pernikahan dini.

"Tingginya pemohon Diska itu disebabkan karena banyaknya remaja yang merasa cepat menikah, mereka bisa hidup lebih nyaman. Tanpa berfikir panjang kehidupan setelah menikah," ujarnya.

Tercatat pada tahun 2019 perkara Diska sebanyak 199, selanjutnya hingga akhir tahun 2021 tercatat sebanyak 617, dan kini pada tahun 2021 hingga akhir September lalu perkara Diska capai 517.

Dari data tersebut 74 remaja tamat sekolah dasar, 268 diantaranya lulusan SMP, dan 167 diantaranya ialah lulusan SLTA sederajat, dan 8 diantaranya tidak sekolah. Sementara itu, kebanyakan dari mereka belum bekerja dengan jumlah 388 orang.

"Kebanyakan yang melakukan diska itu berumur 18 tahun, biasanya diumur mereka yang kurang beberapa bulan sudah mencapai 19 tahun tapi mereka sudah keburu menikah, padahal batasan menikah saat ini 19 tahun," pungkasnya.

Pihaknya berharap agar ke depannya, masyarakat Bojonegoro lebih berhati-hati dan mempertimbangkan untuk menikah di usia muda. Sebab pernikahan bukanlah hal yang mudah, sehingga harus dipertimbangkan dengan sangat matang. [uul/ito]

Tag : Ketua, pengadilan, agama, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat