20:00 . Kru Bus yang Adu Jotos dengan Pemudik di Bojonegoro Diamankan Polisi   |   18:00 . Puncak Arus Balik, Jalur Bojonegoro Ramai Lancar   |   17:00 . Jumlah Pemudik di Rest Area Bojonegoro Meningkat Saat Arus Balik   |   16:00 . Viral! Sopir Bus dan Pemudik di Bojonegoro Adu Jotos, Kenapa?   |   15:00 . Libur Lebaran Okupansi Hotel Naik Hingga 90 Persen   |   18:00 . Puncak Arus Balik, 19 Ribu Pemudik Berangkat dari Stasiun Daop 8 Surabaya   |   20:00 . 165 Napi di Lapas Bojonegoro Terima Remisi Idul Fitri   |   16:00 . Pemkab Bojonegoro Sediakan Rest Area Bagi Pemudik   |   14:00 . Jalur Bojonegoro-Babat Padat Merayap, Kasat Lantas : Mudik Lokal   |   12:00 . Hari Raya Idul Fitri 1445 H H+2 Lebaran di Wilayah Timur Bojonegoro, Jalanan Padat   |   11:00 . Macet di H+2 Lebaran di Wilayah Timur Bojonegoro   |   10:00 . FSGI Dukung Pramuka Tak Lagi Wajib di Sekolah, Ini Alasannya   |   08:00 . Begini Tips Kelola Keuangan Saat Lebaran Hindari Hutang Hingga Sifat Konsumtif   |   08:00 . Pesan PJ Bupati : Selamat Lebaran, Maknai Idul Fitri dengan Kesucian Hati   |   05:00 . Sambutan Pj. Bupati Bojonegoro Pada Salat Idul Fitri 1445 H   |  
Mon, 15 April 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Rembuk Komunitas Perkuat Merdeka Belajar

blokbojonegoro.com | Tuesday, 24 May 2022 17:30

Rembuk Komunitas Perkuat Merdeka Belajar

 

Reporter: Nidlomatum MR

blokbojonegoro.com - Demi memperkuat dan mendukung implementasi program Merdeka dalam terwujudnya sumber daya manusia Indonesia unggul, Komunitas Kami Pengajar, Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka, bersama Komunitas Sidina, menggelar Rembuk Komunitas bertemakan “Bergerak Bersama Berdaya Bersama” yang diselenggarakan pada Selasa, 24 Mei 2022. Forum diskusi ini menjadi salah satu rangkaian dari perayaan Hari Pendidikan Nasional 2022. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan program Merdeka Belajar merupakan landasan demi terciptanya transformasi pendidikan Indonesia guna menghasilkan generasi Indonesia yang unggul. Dukungan yang diberikan oleh perwakilan forum guru, mahasiswa, dan orang tua terhadap program Merdeka Belajar melalui Rembuk Komunitas ini akan semakin mempercepat transformasi kualitas pendidikan nasional menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. 

“Rembuk Komunitas menunjukkan semangat gotong-royong dari para pemangku kepentingan dalam mendukung dan memastikan kelancaran penerapan program Merdeka belajar di seluruh lingkungan pendidikan nasional. Semangat gotong-royong ini harus terus dijaga dan semakin diperluas dengan melibatkan semua kalangan agar upaya dalam peningkatan mutu pendidikan akan terwujud di masa depan," kata Menteri Nadiem dalam sambutannya. 

Menteri Nadiem mengatakan program Merdeka Belajar dihadirkan pemerintah agar seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan hak akan pendidikan berkualitas. Program ini bersumber dari pemikiran Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, yang fokus pada asas kemerdekaan dalam menerapkan materi esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, serta karakteristik dari peserta didik. Melalui Merdeka Belajar, peran pendidik juga diperkuat untuk merancang metode pembelajaran berbasis proyek untuk memacu kreativitas peserta didik. 

Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia harus dilakukan secara komprehensif, berkelanjutan, dan menyeluruh, serta tidak hanya fokus pada satu jenjang saja tetapi menyentuh semua peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, maupun orang tua. Kami percaya terobosan ini akan menciptakan lompatan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan nasional, ujar Menteri Nadiem.

Bergerak Bersama Berdaya Bersama

Koordinator Regional Bali Nusa Tenggara Komunitas Kami Pengajar, Lu Eka Yanthi menjelaskan penyelenggaraan Rembuk Komunitas, yang diikuti sebanyak 1000 orang dari perwakilan komunitas guru, mahasiswa, dan orang tua ini, untuk mengajak seluruh anggota komunitas, baik guru, mahasiswa, dan orang tua, lebih aktif dalam memberikan rekomendasi bagi Kemendikbudristek. Tujuannya agar program Merdeka Belajar dapat menjadi gerakan bersama yang diaplikasikan di seluruh lingkungan pendidikan.

Menurut Eka, program Merdeka Belajar merupakan terobosan inovatif sehingga perlu didukung semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan. “Merdeka Belajar merupakan pemikiran hebat dari Kemendikbudristek yang menawarkan hasil jelas demi kebaikan kualitas pendidikan nasional untuk masa depan lebih cerah. Namun, tanpa adanya semangat dan dukungan dari seluruh pihak terkait, program Merdeka Belajar akan menjadi hambar. Melalui Rembuk Komunitas, kami ingin memperkuat kolaborasi di antar komunitas agar penerapan program ini bisa diimplemetasikan secara berkelanjutan,” kata Eka. 

Koordinator Nasional Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka Rizal Maula menilai program Merdeka Belajar, melalui Kampus Merdeka, telah memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan. Progam ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, yang merupakan agen perubahan sekaligus garda terdepan, dalam menghadapi perkembangan zaman, dalam aspek pengetahuan dan teknologi.

“Menteri Nadiem dan Kemendikbudristek berupaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 dalam bidang pendidikan dengan melahirkan terobosan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kami mendukung misi besar tersebut dan berharap adanya program lanjutan sehingga semangat Merdeka Belajar-Kampus Merdeka terus terlaksana dalam jangka panjang dengan melibatkan komunitas mahasiswa,” kata Rizal.

Founder Komunitas Sidina Susi Sukaesih menambahkan program Merdeka Belajar menekankan peran penting orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anaknya. Orang tua merupakan bagian utama terkait perkembangan pendidikan anak-anaknya sehingga dapat bertahan pada masa disruptif yang kompetitif saat ini. “Merdeka Belajar menyasar pembentukan orang tua teladan dalam pendidikan yang layak dicontoh. Kami mendorong para orang tua untuk aktif terlibat dalam sosialisasi dan penerapan Merdeka Belajar," pungkas Susi.

Sebagai informasi, Komunitas Kami Pengajar berfokus pada guru dengan jumlah anggota komunitas mencapai 29.762 yang terdiri dari Komunitas Kami Pengajar di 6 regional antaranya Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Bali & Nusa Tenggara, Maluku & Papua dan Komunitas Guru ASN PPPK. Adapun Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka berfokus pada mahasiswa sebanyak 24.528 anggota. Untuk Komunitas Sidina, komunitas ini fokus pada orang tua dengan jumlah anggota 2.075 orang. [lis]

Tag : Merdeka, belajar, kemenristek



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 19 February 2024 20:00

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG

    PEPC JTB Kunjungi Kantor Baru BMG Perwakilan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina mengunjungi kantor redaksi blokBojonegoro.com (Blok Media Group/BMG), di BMG CoWorking Space, Jalan Semanding-Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat