19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |   15:00 . Harga Antam Turun Tajam, Berikut Daftar Harganya   |   14:00 . Realisasi PAD Bojonegoro Capai Rp47,8 M, PPJ Sumbang Angka Tertinggi   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat

blokbojonegoro.com | Wednesday, 29 June 2022 08:00

Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat

Reporter: Ali Imron/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Persoalan Jembatan Glendeng penghubung Kabupaten Tuban dan Bojonegoro yang ditutup akibat longsor akhirnya menemui titik terang. Jembatan yang dibangun kisaran tahun 1990-an itu, asetnya sekarang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Kabar yang membuat lega seluruh pihak khususnya warga Tuban dan Bojonegoro itu, diungkapkan Ketua Komisi 1 DPRD Tuban, Fahmi Fikroni setelah zoom meeting bersama dengan Bakorwil Bojonegoro, Bupati Bojonegoro, DPU Bina marga Pemprov Jatim, Bapeda Pemprov Pemkab Tuban, Bupati Tuban ijin tidak mengikuti rapat dan diwakili oleh Sekda Tuban.

"Syukur Alhamdulillah akhirnya persoalan Jembatan Glendeng sudah klir, Bupati Bojonegoro bersedia menerima aset. Keberadaan jembatan yang usianya kisaran 32 tahun itu vital menunjang perekonomian masyarakat," ujar Fahmi Fikroni saat dihubungi blokTuban.com, Selasa (28/6/2022).

Politisi Dapil 5 Tuban itu, sangat menyayangkan ketidakhadiran Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky di rapat penting membahas Jembatan Glendeng. Padahal dalam zoom meeting itu, juga hadir Bupati Bojonegoro.

Selanjutnya, ada tiga poin yang nanti akan segera ditindaklanjuti setelah rapat virtual malam ini. Yakni mengkonsultasikan ke kementrian, penghitungan aset keseluruhan, dan terakhir penyerahan aset.

Dengan kesediaan Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, Roni sapaan akrab politisi muda itu mewakili rakyat Tuban mengucapkan terimakasih. Kebijakan tersebut dinilai lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada yang lainnya.

"Sebelum meeting zoom malam ini, Komisi 1 DPRD Tuban juga telah melakukan kunjungan ke DPU Bina Marga Jatim. Alhamdulillah malam ini, progres penanganan Jembatan Glendeng berjalan sesuai tahapan," imbuhnya.

Menurut Roni, pembangunan Jembatan Glendeng sebagai urat nadi ekonomi penghubung Kabupaten Tuban dan Bojonegoro seyogyanya tidak boleh ditunda lama-lama. Disadarinya kalau menunggu APBD Tuban, tidak akan mampu untuk membangun Jembatan Glendeng yang kembali ditutup total pada 21 Mei 2022 lalu.

Diberitakan sebelumnya, DPRD Komisi D Provinsi Jawa Timur pada 18 Juni lalu juga telah menggelar rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, Kepala Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PRKP) Agung Supriyadi, Bakorwil Bojonegoro, Agung Subagyo, beserta OPD terkait lainnya.

Sayangnya, pertemuan kali ini belum ada keputusan final terkait kepemilikan aset Jembatan Glendeng itu sendiri. Jembatan yang diduga dibangun menggunakan dana APBN itu, diprakirakan belum ditertibkan administrasinya khususnya kepemilikan aset. Imbasnya ketika terjadi kondisi seperti sekarang ini, jembatan dengan panjang kurang lebih 310 meter itu tidak tercatat di Pemkab Tuban, Pemkab Bojonegoro, maupun Pemprov Jatim.

Sekedar diketahui, ada tiga alasan penutupan Jembatan Glendeng oleh Pemkab Tuban. Mulai penurunan pilar jembatan sekitar 30 centimeter, ujung pilar arah Tuban miring sekitar 25 centimeter, dan elevasi abutmen jembatan pendekat turun sekitar 4 centimeter. [ali/mu]

 

Tag : jembatan glendeng, pembangunan jembatan, jembatan bojonegoro tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat