18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |   13:00 . Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Meningkat   |   12:00 . EMCL Bersama Tim Aku Sehat Giat Pelatihan Pengolahan Kreasi Makanan Toga Cegah Stunting Balita   |   07:00 . 5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak, Benarkah Susu Formula Turunkan Kecerdasan Anak?   |   20:00 . Ulang Tahun ke-7, blokTuban.com Tempati Kantor Baru   |  
Fri, 02 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pawai Budaya SD-SMP Sederajat

SD Negeri Model Terpadu Tampilkan Teaterikal Oklik Tolak Sengkala Kesenian Sobontoro

blokbojonegoro.com | Monday, 29 August 2022 17:00

SD Negeri Model Terpadu Tampilkan Teaterikal Oklik Tolak Sengkala Kesenian Sobontoro

 

 

Reporter : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Pawai Budaya yang diselenggarakan oleh Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, tampak begitu meriah. Pasalnya sebanyak 26 peserta yang terdiri dari SD dan SMP turut menampilkan kemeriahan budaya lokal Bojonegoro.

SD Negeri Model Terpadu juga turut menampilkan kreativitas yang luar biasa saat pawai budaya berlangsung. Salah satunya dengan mengusung tema Pawai Budaya Oklik Tolak Sengkala. 

Komite SD Negeri Model Terpadu, Abdul Wachid menyampaikan apresiasi luar biasa penampilan para siswa SD Negeri MT saat pawai budaya berlangsung. Termasuk saat menampilkan visualisasi musik oklik yang di iringi tarian kreasi baru. 

"Selaku komite sangat mendukung kegiatan-kegiatan di sekolah, termasuk ekstrakurikuler. Dan kegiatan Pawai Budaya ini, komite juga mengucapkan terima kasih kepada wali murid yang telah ikhlas mendukung kegiatan ini," ungkap Abdul Wachid. 

Sementara itu, Kreator SD Negeri Model Terpadu, Ika Jumaroh mengungkapkan, tema ini dipilih untuk menyampaikan kepada masyarakat secara umum. Bahwa Kabupaten Bojonegoro ini kaya akan budaya dan tradisi, salah satunya kesenian oklik Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. 

Sebelumnya pihak SD Negeri Model Terpadu juga sudah melakukan izin kepada Mbah Darminto selaku generasi ke-tiga atau penerus kesenian oklik dari Desa Sobontoro untuk melakukan riset. 

"Tentu dengan meminta izin Mbah Darminto untuk mewujudkannya. Ternyata pihaknya berkenan dan sangat senang jika ditampilkan di Pawai Budaya," ucapnya. 

Lanjut Ika, istilah Oklik atau Tongklik bermula saat terjadi masa pagebluk di zaman Belanda. Saat itu, banyak masyarakat yang terserang penyakit mematikan. Bahkan, dikatakan jika ada warga yang sakit saat pagi hari, maka sorenya sudah bisa dipastikan meninggal dunia. Ditambah banyak pencuri dan perampok, sehingga timbul kekhawatiran warga setempat akan meninggal. 

Hingga akhirnya ada salah sesepuh desa yang memutuskan untuk mencari "Srono" atau obat pagebluk dengan bertapa selama 1 bulan. Dari pertapaan tersebut sesepuh desa mendapatkan 6 jawaban untuk memutus berlangsungnya masa pagebluk.

"Divisualisasikan melalui teaterikal sejumlah penari yang membawa sapu lidi dan diiringi gamelan serta oklik. Menandakan warga desa sedang bersih-bersih lingkungan supaya terhindar dari pagebluk," paparnya. 

Ika menerangkan, sebanyak 86 peserta yang terlibat dalam pawai budaya SD Negeri Model Terpadu. Persiapan yang dilakukan sekitar 14 hari, usai mendapat flayer dan juknis dari panitia. 

"Mulai dari latihan, persiapan, riset hingga pembuatan properti besar seperti replika oklik dan pemantapan untuk perform Pawai Budaya," pungkasnya. [liz/lis]

 

 

Tag : Budaya, pawai, SD



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat