Sun, 14 April 2024
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

PC Pagar Nusa Bojonegoro 'Ngobras'

Gus Muh: Pagar Nusa Anak Kandung NU

blokbojonegoro.com | Tuesday, 18 April 2023 20:00

Gus Muh: Pagar Nusa Anak Kandung NU


Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama - Pagar Nusa (PSNU - PN) Kabupaten Bojonegoro mengisi bulan ramadhan dengan mengadakan 'Ngobras' (Ngopi bareng ngurusi organisasi). Kegiatan yang diadakan di aula PCNU Bojonegoro, Minggu (16/4/2023) malam, dihadiri langsung KH Muhtadi Makmun Lirboyo, keluarga Gus makshum sebagai salah satu penerus perjuangan guru besar pagar Nusa Al maghfurlah KH Makshum Jauhari.

Acara yang dikemas sederhana dan santai, namun tetap ganyeng dan bermakna diikuti pengurus harian PC dan PAC PSNU se-Kabupaten Bojonegoro. Sekaligus mengevaluasi kegiatan yang sudah terlaksana dan mewacanakan kegiatan kedepan yang diadakan pengurus Pagar Nusa Bojonegoro.

Kyai Muhtadi Makmun mengawali tausiyahnya dengan menyampaikan beberapa pesan dari Gus Maksum. "Pagar Nusa itu anak kandung NU, sebagai anak tidak sepatutnya Pagar Nusa mendurhakai orang tuanya apapun yang menjadi keputusan kebijakan Nahdlatul Ulama Pagar Nusa harus sendiko dawuh," tuturnya.

Dijelaskan Gus Muh, panggilan familier Muhtadi Makmun, karena kadang apa yang menjadi keputusan orang tua itu mengandung rahasia yang anak belum mengerti tujuannya, tapi yang jelas NU sebagai orang tua pagar Nusa. sekali kali tidak akan meganak tirikan anak kandungnya, apalagi membuat kebijakan yang merugikan anak dan keluarganya sendiri.

"Pesan Gus Maksum yang selalu beliau sampaikan adalah Pagar Nusa harus bisa bersikap dewasa, menghargai setiap perbedaan di internal maupun external, karena kita adalah bagian dari anak Bangsa Indonesia yang bhineka tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua sebagai anak Bangsa," ungkapnya menirukan Gus Maksum.

Menurutnya, sebagai generasi Gus Maksum tidak ada kamusnya bagi kader Gus Maksum untuk melanggar aturan  hukum, agama dan negara, karena kita adalah anak Bangsa yang dididik menjadi santrinya kyai NU, sesuai dengan dawuhnya Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy'ari, hubbul Wathon minal, iman cinta tanah air sebagian dari iman.

"Makanya mari kita jaga kerukunan anak Bangsa agar negeri kita tercinta tetap damai, aman, dan sejahtera," terangnya dihadapan para Banom NU Bojonegoro yang mewadahi pendekar Nahdliyin.

Selain itu lanjut Gus Muh, menyikapi peristiwa yang terjadi. Jika terjadi peristiwa hukum, Gus Muh mengingatkan jangan sampai main hakim sendiri, negara kita negara hukum. "Sehingga jika ada pelanggaran hukum segera laporkan pada pihak yang berwajib, yang mempunyai kewenangan menanganinya. Kita harus selalu taat hukum," pungkasnya.

Tampak dalam pertemuan ngopi tersebut, begitu hangat dan penuh keakraban. Pasalnya Gus Muh juga menyampaikan materi keorganisasian Pagar Nusa dan dilanjutkan diskusi bersama, untuk menambah pengawalan dan wawasan kader Pagar Nusa di Bojonegoro. [zid/ito]

Tag : pagar nusa, nu, bojonegoro, pencaksilat



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.