Oleh: Mila Asmaul Khusna*
blokBojonegoro.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Inovatif Nasional Terintegrasi dengan ASWAJA dan Representasi Kampus Berdampak (KKN PINTAR) Kelompok 2 Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, melakukan kunjungan ke Peternakan Telur milik Ibu Kepala Desa Sranak, Yayuk Sri Rahayu. Kegiatan ini menjadi salah satu untuk membuka wawasan mahasiswa tentang dunia wirausaha.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa diajak melihat langsung pemeliharaan ayam bertelur sekaligus mendengar kisah perjalanan usaha yang sudah beliau geluti dari tahun 2018. Sebelumnya beliau juga pernah ternak bebek selama lima tahun, namun berhenti karena harga telur bebek yang naik turun, kadang nilai jualnya juga rendah, tak menentu.
“Awalnya 600 ekor dengan modal 120 juta termasuk kendang dan ayamnya, alhamdulillah sekarang jadi 1500 ekor dan ini masih dalam pengembangan,” ujar pemilik peternakan ayam, Ibu Yayuk.
Ia juga mengakui sempat jatuh bangun, bahkan jumlah ayamnya pernah menyusut menjadi 200 ekor karena serangan penyakit, tetapi tidak pernah membuat beliau menyerah.
Bu Kades juga menjelaskan cara pemeliharaan kendang ayam yang baik, mulai dari menjaga kendang agar tetap kering, memberi pakan setiap hari biasanya menggunakan pakan jadi bukan pakan yang campur sendiri (konsentrat, dedek jagung, mineral) karena makanan ayam mempengaruhi hasil kualitas telurnya, hingga penggunaan minum air yang harus bersih dan steril dari kotoran-kotoran. Pembersihan kandang ayam memakai disinfektan, dan harus steril, ayam tidak boleh terkena disinfektan bila terkena bisa menimbulkan penyakit.
“biasanya itu penyakit yang sering muncul adalah cekrek, batuk, pilek, senot (bengkak mata) dan lumpuh,” jelasnya.
Selain pakan, beliau juga menekankan pentingnya vaksin Kesehatan ayam sejak kecil. Anak ayam diberi vaksin tetes hingga vaksin suntik. Saat ini, tingkat produksi mencapai lebih dari 90 persen. Dari 1500 ekor ayam menghasilkan 65 kilogram telur, setiap hari. Hasil telurnya pun sudah ditunggu pembeli.
“Biasanya keluar dari kandang itu saya langsung di WA pembeli-pembeli, sudah ada yang antre,” tambahnya.
Hasil ternak tidak hanya berupa telur. Kotorannya pun bisa dimanfaatkan, kotoran yang kering bisa dijual dijadikan pupuk. [mad]
*Mahasiswi KKN-P UNUGIRI Kelompok 2
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published