Oleh: Eka Pradana Kusuma*
blokBojonegoro.com - Mahasiswa Kelompok 54 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) menyelenggarakan Seminar Digital Marketing di Balai Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro.
Seminar tersebut dihadiri oleh pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pemilik usaha mikro, Karang Taruna, dan ibu-ibu PKK Desa Karangmangu, Sabtu (9/8/2025).
[Baca Juga: D'KONCO CAFE https://blokbojonegoro.com/2025/06/28/ingin-tau-ada-apa-di-d-konco-cafe-simak-info-lengkap-disini/]
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 54 KKN UNUGIRI dan Kepala Desa Karangmangu.
Alaika Abdi Muhammad, salah satu DPL, mengungkapkan tujuan utama seminar tersebut. "Kita akan belajar dua tema sekaligus, yaitu digital marketing dan manajemen Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.
Parji, selaku Kepala Desa Karangmangu, mengajak seluruh tamu undangan yang hadir untuk mengikuti dan menyimak materi dengan seksama dengan gaya yang santai untuk mencairkan suasana.
"Kalau dibilang seminar mungkin bapak ibu disini tidak tahu, jadi kita bilang rapat saja lah istilahnya," ungkap Parji sambil tersenyum, disambut tawa kecil dari para peserta.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi seminar yang diisi oleh Farihut Tamam sebagai pemateri utama. Farihut Tamam merupakan perwakilan dari Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos), sebuah lembaga yang fokus pada pengembangan masyarakat.
Tamam, sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa materi terkait digital marketing mulai dari tantangan UMKM di Bojonegoro, Bentuk Digital Marketing, UMKM harus Go Digital hingga menjelaskan terkait perbedaan pemasaran melalui konvensional dan digital.
Laki-laki asal Gayam Bojonegoro tersebut juga menjelaskan pentingnya strategi penentuan lokasi penjualan untuk meningkatkan nilai suatu produk. Ia mencontohkan bahwa produk yang dihasilkan dan dijual di desa akan terasa biasa saja, berbeda jika dipasarkan di kota.
"Gethuk jika dijual di desa akan terasa biasa saja, berbeda jika kita jual di kota-kota," ungkapnya.
Lebih lanjut, Tamam juga menekankan keunggulan pemasaran digital di era modern. Ia menuturkan bahwa berjualan secara daring (online) kini lebih efektif dibandingkan menitipkan produk di warung-warung.
"Di zaman sekarang, berjualan online lebih laku daripada dititipkan di warung, Bapak, Ibu," tambahnya.
Salah satu peserta seminar, Laspin, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok 54 KKN UNUGIRI. Ia menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat. "Acaranya sae (bagus), sangat baik. Materinya juga bermanfaat," ucapnya.
Setelah berlangsung kurang lebih selama tiga jam, acara seminar ditutup secara resmi dengan sesi foto bersama antara peserta, pemateri, dan mahasiswa KKN. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 54 UNUGIRI berharap wawasan tentang digital marketing yang telah dibagikan dapat menjadi bekal bagi para pelaku UMKM di Desa Karangmangu dan juga pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Diharapkan, pengetahuan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing produk-produk desa. [mad]
*Mahasiswa Prodi Hukum Ekomomi Syariah UNUGIRI, anggota Kelompok 54 KKN UNUGIRI
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published