Pengirim: Tim KKN UNUGIRI Kelompok 52
blokBojonegoro.com - Banyaknya tanaman jagung milik warga yang terserang hama, membuat Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 52, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro membuat trobosan.
Yakni, ikut serta membantu warga di Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, bersama-sama mengatasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti hama ulat grayak, penggerek batang, dan penyakit bulai.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/13/olah-susu-kambing-lebih-tahan-lama-dan-ekonomis/]
Bantuan kepada petani dengan cara memperkenalkan teknik pengendalian OPT dan penggunaan alat bantu pemupukan untuk meningkatkan hasil panen.
[Baca Juga: D'KONCO CAFE https://blokbojonegoro.com/2025/08/10/bingung-tempat-acara-di-bojonegoro-d-konco-cafe-jawabnya/]
"OPT menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan jagung. Beberapa cara pengendalian yang direkomendasikan oleh Tim KKN 52 diantaranya secara mekanis dengan membersihkan gulma yang inang hama," kata Ketua Kelompok 52 KKN UNUGIRI, Abidzar Wahyu Kurniawan.
Juga, memangkas daun atau bagian tanaman yang terserang OPT untuk mencegah penyebaran. Selain itu mengendalikan secara hayati, dengan memanfaatkan musuh alami seperti predator (parasitoid telur penggerek batang) dan penggunaan pestisida nabati dari ekstrak daun mimba atau bawang putih.
"Juga, pemupukan yang tepat sangat menentukan pertumbuhan jagung. Tim KKN 52 memperkenalkan alat bantu pemupukan sederhana untuk meningkatkan efisiensi," terangnya.
Diperkenalkan alat tabur pupuk untuk menyebar NPK secara merata. Sehingga, dapat mengurangi pemborosan dan memastikan nutrisi terserap optimal. Tidak hanya itu, juga memanfaatkan pupuk kandang atau kompos dengan bantuan alat penyebar untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Terpisah DPL dari Dosen UNUGIRI, Ahmad Farid Utsman, M. Pd. I., menambahkan, dengan penerapan teknik pengendalian OPT dan alat bantu pemupukan ini, diharapkan petani jagung di Desa Nglampin dapat menekan kerugian hasil panen akibat serangan OPT.
"Meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga biaya produksi lebih hemat. Juga, meningkatkan produktivitas jagung secara berkelanjutan," pungkasnya.
*Tim KKN 52 UNUGIRI di Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published