Pemuda Bojonegoro Belajar Smart Farming Anggur di Kensvill, Siapkan Kemandirian Pertanian Modern

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Bootcamp kelas smart farming anggur digelar di Kenep Smart Village (Kensvill), Desa Kenep, Kecamatan Balen pada 26–28 September 2025. Selama tiga hari, 20 pemuda Bojonegoro yang jadi peserta bakal belajar tentang budidaya anggur mulai dari dasar hingga teknik perawatan secara modern.

Hari pertama diawali dengan pre-test, motivasi peserta, hingga materi Bisnis Model Canvas (BMC) oleh M. Imam Junaidi. Tak ketinggalan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro juga hadir memberikan materi smart farming.

Hari kedua nanti, peserta akan dikenalkan pada berbagai jenis anggur serta teknik pembuatan media tanam, pembibitan, dan penanaman anggur yang dipandu oleh Mas Bowo. Pada hari terakhir, Mas Bowo akan kembali mengisi materi cara mempruning, membuahkan, hingga merawat anggur. Agenda kemudian ditutup dengan pengarahan pilot project, evaluasi, dan sesi berbagi pengalaman.

Masidin, mewakili manajemen Kensvill menjelaskan bahwa tempat ini juga lahir dari inisiatif pemuda desa yang ingin membangun branding pertanian berbasis anggur dan melon. Dengan latar belakang tersebut, tentu saja bootcamp ini menjadi langkah nyata mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian.

"Program ini bagus sekali karena pemuda bisa belajar sistem pertanian modern, khususnya anggur. Harapannya, lahir pemuda Bojonegoro yang maju, gak gengsi dengan pertanian, apalagi sekarang eranya smart farming," jelasnya.

Peserta asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Abi, merasa beruntung dapat ikut serta dalam bootcamp ini. Menututnya penbelajaran selama 3 hari ke depan menjadi wadah memperdalam ilmu smart farming anggur.

"Baru kali ini anggur bisa dibudidayakan di Bojonegoro, dan itu sesuatu yang menarik bagi kami," katanya penuh semangat.

Abi juga menilai manfaat kegiatan tidak hanya sebatas materi. Melainkan para peserta bisa menambah jaringan pertemanan, saling belajar, bahkan membuka peluang usaha baru.

"Ilmu ini bisa diterapkan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengajak pemuda lain agar ikut berkembang," tambahnya.

Hal serupa dirasakan oleh Nurul Hidayah. Perempuan asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini mengaku sangat antusias mengikuti semua agenda dari awal hingga akhir. Terlebih, materi dari para ahli akan sangat bermanfaat, mulai dari penanaman, pencegahan hama, panen, hingga pemasaran produk.

"Ingin upgrade skill di bidang pertanian modern. Di Bojonegoro jarang ada smart farming, jadi saya tertarik dengan kegiatan ini," kata Nurul saat jam istirahat materi bootcamp, Jumat (26/9/2025).

Dia juga ingin mengimplementasikan ilmu yang didapat dari bootcamp smart farming anggur ini, untuk membuka usaha sekaligus memotivasi pemuda lain agar berani berwirausaha.

Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com memberikan apresiasi atas terselenggaranya bootcamp pada hari ini. Pihaknya mengimbau supaya peserta dapat memaksimalkan ilmu yang didapat dari para narasumber yang kompeten di bidangnya.

"Alhamdulillah, semoga kegiatan bootcamp berdampak langsung bagi pemuda untuk menguatkan peran mereka sesuai bidang yang diminati," ucapnya. [feb/mad]