Polisi Usut Dugaan Keracunan Massal MBG di Bojonegoro, SPPG-Kepsek Diklarifikasi

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Polres Bojonegoro turun tangan untuk mengusut biang kerok dugaan keracunan ratusan siswa di Kecamatan Kedungadem usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Sejumlah pihak, telah dimintai klarifikasi, Kamis (2/10/2025).

Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan secara langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/10/02/dugaan-keracunan-massal-mbg-di-kedungadem-bojonegoro-seluruh-siswa-telah-dipulangkan/]

Pihak kepolisian, lanjut AKBP Afrian, telah mengambil sample seluruh menu MBG bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bojonegoro.

“Kami melakukan cek ke tempat tersebut, mendampingi dinkes untuk pengambilan sample guna dikirimkan ke laboraturium kesehatan daerah,” ungkap AKBP Afrian.

Tak hanya mengambil sampel, polisi lulusan Akpol tahun 2006 ini menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan klarifikasi terhadap beberapa pihak, diantaranya SPPG, Dinkes, dan Kepala Sekolah (Kepsek).

“Melakukan klarifikasi terhadap para pihak yang berwenang di SPPG. (Selain itu) juga mengklarifikasi Dinkes dan Kepala Sekolah setempat,” terang Eks. Sekpri Wakapolri ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengatakan, hingga malam ini seluruh siswa yang sempat dilarikan ke Puskesmas Kedungadem, kondisinya telah berangsur membaik dan sudah pulang ke rumah masing-masing.

Menurutnya, pada peristiwa ini, siswa SMAN 1 Kedungadem yang paling banyak terdampak. Sebanyak 22 siswa sempat dirawat di Puskesmas, 50 ditangani di ruang UKS sekolah, dan 61 siswa tidak masuk sekolah karena sakit.

Sementara itu, di SDN Tumbrasanom tercatat 4 siswa mengeluh sakit perut dan pusing. Sedangkan di MTs Plus Nabawi terdapat 6 siswa yang sakit, dengan rincian 2 dirawat di puskesmas, 3 di ruang UKS, dan 1 siswa sudah kembali beraktivitas di sekolah.

“Semua siswa yang dirawat di puskesmas saat ini sudah pulang. Kondisinya membaik,” ungkap Ninik Susmiati.

Meski demikian, lanjut Ninik, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Sebab, indikasi bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari makanan, air, alat makan, hingga kondisi lingkungan, baik di sekolah maupun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

“Kasus seperti ini tentu banyak kemungkinan penyebabnya. Karena itu, semua sampel makanan, peralatan makan, dan air sudah kami bawa untuk diperiksa di Labkesda Dinkes Bojonegoro,” pungkasnya. [riz/mad]