Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Langit Sukorejo sore itu tampak mendung. Hembusan angin membawa aroma tanah basah, pertanda hujan baru saja turun ringan membasahi halaman Masjid Baabus Shofa. Di tengah suasana teduh itu, ribuan jamaah berpakaian putih duduk bersimpuh, melantunkan dzikir dan doa dalam majelis Istighasah As-Shafa yang digelar oleh Yayasan Pesantren Ahlus-Shafa Wal-Wafa Sidoarjo.
Kegiatan bertajuk “Doa Bersama Ulama dan Umaro” ini menghadirkan KH. Mohammad Nizam As-Shofa, pembina dan pengasuh Yayasan Ahlus-Shafa Wal-Wafa, yang juga dikenal sebagai pencipta serta pelantun syair Tanpo Waton. Hujan yang turun menjelang acara tak menyurutkan langkah jamaah untuk hadir. Justru, rinai air yang jatuh di halaman masjid seolah menjadi saksi kesejukan iman dan kebersamaan sore itu.
Sejak pukul 16.00 WIB, jamaah mulai memadati area masjid. Mereka datang dari berbagai penjuru Jawa Timur-dari Malang, Pasuruan, Probolinggo, Tuban, hingga Sidoarjo. Total sekitar dua ribu jamaah hadir, termasuk delapan rombongan besar yang datang menggunakan bus.
Muhammad Nuruddin, panitia lokal Korda Tuban–Bojonegoro, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini.
"Alhamdulillah, antusias jamaah luar biasa. Ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tapi juga syiar dan bentuk kebersamaan. Kami mendoakan para umaro, termasuk Bapak Bupati Bojonegoro, agar senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin masyarakat," ujar Nuruddin, Jumat (24/10/2025) malam.
Laki-laki warga Desa Sukorejo,Kecamatan Bojonegoro itu juga menuturkan bahwa kehadiran Buya KH. Nizam As-Shofa membawa semangat baru bagi masyarakat Bojonegoro.
"Terima kasih kepada Buya yang telah hadir dan memimpin doa. Dari Buya, kita belajar ketulusan; dari para umaro kita belajar pengabdian. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kebaikan bersama," tambahnya.
Selain jamaah dari berbagai daerah, acara istighasah ini juga dihadiri para tokoh agama dan unsur pimpinan daerah. Tampak hadir Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono, S.E., Ketua MUI KH. Alamul Huda, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ketua Takmir Masjid Baabus Shofa, serta Pengasuh Ponpes Ar-Ridwan Al Maliky, Tsalis Dhuha Ridwan. Dari unsur keamanan, hadir pula perwakilan Polres Bojonegoro melalui Polsek Kota dan dari Kodim 0813 Bojonegoro melalui perwakilan Koramil setempat.
Setelah doa istighasah, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari panitia, Bupati Bojonegoro, dan tausiah penutup oleh Buya Nizam As-Shofa.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono menyampaikan apresiasi mendalam atas kegiatan yang membawa ketenangan batin bagi masyarakat ini.
"Terima kasih sekali kepada Buya. Beliau telah membangun sinergi antara ulama yang mendoakan Kabupaten Bojonegoro dan masyarakatnya. Ini adalah bentuk kebersamaan yang menyejukkan, karena doa dari para ulama adalah kekuatan spiritual yang luar biaini" tutur Bupati asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo itu.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan seperti ini sebagai ruang silaturahmi dan penguatan iman bagi warga Bojonegoro.
"Saya berharap istighasah seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Semoga membawa keberkahan bagi daerah kita, serta memperkuat hubungan antara ulama dan umaro demi kemaslahatan umat," pungkasnya.
Panitia dari Yayasan Ahlus-Shafa Wal-Wafa Sidoarjo turut menyampaikan terima kasih atas sambutan masyarakat Bojonegoro yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan.
"Kami berterima kasih kepada para ulama, Bupati, dan masyarakat Bojonegoro yang mendampingi kami dengan luar biasa. Semoga sinergi spiritual ini menjadi wasilah keberkahan bagi semua," ungkap perwakilan panitia.
Menjelang Magrib, hujan kembali turun pelan. Suara rintiknya berpadu dengan lantunan doa penutup yang dibacakan serempak oleh ribuan jamaah. Lampu-lampu masjid mulai menyala, memantulkan cahaya lembut di atas genangan air hujan. Dalam suasana itu, doa untuk keberkahan Bojonegoro terus menggema-menembus langit yang masih kelabu.
"Kami ingin Masjid Baabus Shofa menjadi tempat syiar dan pencerahan yang terus hidup. Dari Buya kita mendapat bimbingan tasawuf, dari umaro kita belajar melayani. Jika keduanya bersatu, insyaallah masyarakat akan semakin kuat, damai, dan sejahtera," tutup Nuruddin penuh harap. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published