Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Lapangan Minyak Banyu Urip yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus menjadi rujukan dunia akademik dalam pembelajaran industri migas. Kali ini, puluhan mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) datang langsung ke lapangan produksi terbesar di Indonesia itu untuk belajar dari para insinyur profesional.
Rombongan mahasiswa yang tergabung dalam jurusan Teknik Perminyakan dan Seksi Mahasiswa Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) ITB tiba di Lapangan Banyu Urip, Kamis (5/2/2026). Mereka mengikuti diskusi intens bersama para alumni ITB yang kini berkarier sebagai insinyur reservoir di EMCL.
Suasana tanya jawab berlangsung hidup. Para mahasiswa menggali pengalaman seputar pengelolaan sumur, produksi minyak, hingga tantangan teknis di lapangan.
"Kami ingin tahu bagaimana ilmu di kampus diterapkan di sini," ungkap Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB, Al Farel Putra Ramadhani kepada wartawan.
Farel mengungkapkan, perkembangan Lapangan Banyu Urip selalu menjadi perhatian mahasiswa di kampusnya. Ia mengaku kagum terhadap kemampuan ExxonMobil dalam menjaga produksi tetap besar dengan standar keselamatan yang tinggi.
Selama diskusi, dua insinyur EMCL berbagi perjalanan profesional mereka, mulai dari bangku kuliah hingga menghadapi kompleksitas dunia industri migas. Mereka menekankan pentingnya pola pikir pembelajar yang terus berkembang.
Menurut mereka, tantangan lapangan yang dinamis menuntut para insinyur untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengasah kemampuan teknis maupun nonteknis.
Chairman SM IATMI ITB, Michael Derent Anjar Sanyoto, mengakui semangat belajar para seniornya tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagi mahasiswa.
"Di sini kami semakin yakin bahwa ExxonMobil sangat baik dalam memfasilitasi para pekerjanya untuk terus belajar dan berinovasi," tuturnya.
Selain berdiskusi, mahasiswa juga diajak meninjau langsung fasilitas produksi beserta sarana pendukungnya. Mereka menyaksikan penerapan standar keselamatan kerja serta komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Area operasi yang dikelilingi pepohonan asri dan ekosistem flora-fauna menjadi bukti harmoni antara industri dan alam.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program EMCL bersama SKK Migas dalam mendukung dunia pendidikan. Setiap tahun, berbagai universitas lokal, nasional, hingga internasional difasilitasi untuk belajar langsung di lapangan migas.
"Ini adalah komitmen kami bagi dunia pendidikan," ucap perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy saat menyambut para mahasiswa.
Pria yang akrab disapa Malik itu menegaskan, EMCL bersama SKK Migas mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui berbagai program, mulai dari jenjang pra sekolah hingga perguruan tinggi, khususnya di sekitar wilayah operasi perusahaan.
"Kami yakin, pendidikan adalah fondasi dalam mendukung ketahanan energi," pungkas Malik. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published