Petani Jagung Sekar Minta Anggota DPRD Jatim Budiono Ikut Usahakan Pengering
Anggota DPRD Jawa Timur Budiono bersama Kepala Desa Deling, Kecamatan Sekar Didik Prioman

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Salah satu faktor harga jatuh di tangan tengkulak adalah kondisi jagung saat panen di Kecamatan Sekar awal tahun 2026 tengah basah. Harga yang diprediksi di atas Rp4.500/kilogram (Kg) ternyata jatuh cukup rendah hanya dikisaran Rp3.600/kg.

Kepala Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Didik Prioman bersama beberapa pengusaha dan petani "sambat" kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Budiono, S.Sos., M.Ap yang tengah menggelar acara di desa tersebut.

Politisi dari Dapil XII Bojonegoro-Tuban dan berangkat dari Partai Gerindra tersebut mendengarkan dengan seksama. Sejauh ini yang sudah ada ploting dari Provinsi Jawa Timur adalah mesin pemipil jagung.

"Kita sangat membutuhkan mesin pengering yang bisa dimanfaatkan petani jagung," kata Didik di depan Budiono.

Sedana juga ditegaskan oleh salah satu pengusaha lokal, Winarni. Menurutnya, banyak faktor yang membuat "tengkulak" dari luar kota Bojonegoro bisa mempermainkan harga jagung, diantaranya medan jalan yang berat dan juga kondisi jagung basah.

"Harga memang jauh dari harapan petani disini, rata-rata dibeli tengkulak dari luar desa dengan harga murah," terangnya.

Dijelaskan jika petani tidak bisa berbuat banyak, jika kondisi jagung basah. Namun, jika bisa dikeringkan maka harapan harga jagung bisa tembus di angka Rp4.500/kg atau bahkan bisa Rp5.000/kg. 

"Kami berharap banyak, Pak Budiono sebagai wakil kami bisa ikut serta mengusahakan dan memfasilitiasi dengan Pemkab Bojonegoro," terangnya.

Sementara itu, Budiono mengaku akan berusaha keras membantu petani di Kecamatan Sekar, terutama pengering jagung. Harapannya, harga bisa naik signifikan saat panen raya.

"Kami langsung berkomunikasi dengan dinas terkait di Provinsi Jawa Timur, semoga saja ke depan bisa diikhtiarkan lebih," pungkasnya. [mad]