Produksi Jagung di Sekar Turun, Harga "Kalah" dari Tengkulak
Tumpukan jagung di tepi jalan di sekitar Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro / @blokBojonegoro

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Masa panen jagung di Kecamatan Sekar awal tahun 2026 kurang membahagiakan. Harga yang diprediksi di atas Rp4.500/kilogram (Kg) ternyata jatuh cukup rendah hanya dikisaran Rp3.600/kg.

Banyak faktor yang membuat "tengkulak" dari luar kota Bojonegoro bisa mempermainkan harga, diantaranya medan jalan yang berat dan juga kondisi jagung basah.

"Harga memang jauh dari harapan petani disini, rata-rata dibeli tengkulak dari luar desa," kata Kepala Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Didik Prioman.

Dijelaskan jika petani tidak bisa berbuat banyak, karena harapannya harga jagung bisa tembus di angka Rp4.500/kg atau bahkan bisa Rp5.000/kg. Namun karena alasan basah dari sawah, maka petani juga tidak berani mengambil risiko.

"Makanya setelah dipanen langsung dijual ke tengkulak," tegasnya.

Hal sedana juga ditegaskan oleh salah satu pengusaha lokal, Winarni. Faktor utama petani jagung di Sekar adalah kondisi jagung yang basah. Hal itu membuat harga juga turun drastis.

"Selain juga karena faktor hama juga," pungkasnya. 

Pantauan di lapangan, sepanjang jalan banyak tumpukan jagung di dalam karung baru selesai di panen dan menunggu diangkut. Juga masih ada banyak yang di ladang menunggu dipanen tengkulak. [mad]