Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Suasana di halaman Balai Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, terasa hangat dan penuh kebersamaan usai proses pendaftaran calon kepala desa. H. Abdul Rozaq, SHI, tampak menyapa warga dan pendukungnya dengan akrab usai resmi mendaftarkan diri , Jumat (17/4/2026).
Pasca pendaftaran tersebut, Rozaq menegaskan komitmennya untuk membangun Desa Lebaksari yang bersatu, adil, dan makmur. Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan tentang pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
"Pemimpin sejati adalah yang mampu memberi arah, menyatukan perbedaan, dan membawa perubahan. Bukan hanya mengatur, tetapi juga menginspirasi," ungkapnya.
Dalam visi-misinya, Rozaq memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa yang masih perlu ditingkatkan, mulai dari jalan, fasilitas umum, hingga sarana dasar lainnya. Selain itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan keterampilan juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan daya saing warga.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan.
Program 50 Persen Bengkok untuk Masyarakat
Sebagai bentuk komitmen nyata, Rozaq menawarkan program pengembalian 50 persen bengkok kepala desa untuk kepentingan masyarakat. Program tersebut dibagi ke dalam tiga fokus utama.
Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk pemeliharaan dan dukungan infrastruktur serta lembaga desa. Program ini meliputi insentif untuk masjid, mushola, sekolah, TPQ, Madin, hingga makam di tiga dusun.
Selanjutnya, 25 persen difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia berbasis sosial dan keagamaan. Di antaranya melalui dukungan untuk ranting NU/Muslimat, IPNU-IPPNU, Ansor, Fatayat, Banser, serta kelompok seni dan budaya seperti perguruan silat dan grup rebana di Desa Lebaksari.
Sementara 25 persen lainnya diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi rentan. Bantuan akan diberikan kepada anak yatim/piatu, janda kurang mampu, serta keluarga fakir dan miskin.
Menurut Rozaq, program tersebut dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia ingin kebijakan desa benar-benar berpihak pada kebutuhan warga.
Biodata dan Latar Belakang
H. Abdul Rozaq lahir di Bojonegoro pada 2 Januari 1986 dan merupakan warga Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno. Ia menempuh pendidikan mulai dari MI Khusnul Qulub, MTs Miftahul Huda, MAN 2 Babat Lamongan, hingga Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam perjalanan organisasinya, ia aktif di IPNU, PMII, hingga dipercaya menjadi Presiden BEM IAIN Sunan Ampel Surabaya periode 2007–2008. Ia juga pernah menjabat di berbagai posisi, mulai dari Ketua Karang Taruna hingga Ketua Ansor Ranting Lebaksari.
Di bidang profesional, Rozaq memiliki pengalaman di program pembangunan pedesaan, termasuk di Bappeda Bojonegoro dan program kepemudaan nasional. Ia juga aktif sebagai pelaku usaha dan terlibat dalam lembaga sertifikasi profesi hingga saat ini.
Dengan latar belakang tersebut, Rozaq optimistis mampu membawa perubahan bagi Desa Lebaksari. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan.
"Desa yang maju bukan hanya dari fisik, tetapi juga dari keharmonisan dan kesejahteraan warganya," pungkasnya. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published