Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya belum menyentuh seluruh siswa di Kabupaten Bojonegoro. Kecamatan Margomulyo menjadi salah satu yang belum tersentuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Padahal, sebagian wilayah yang berada di kawasan hutan itu, memiliki ribuan calon penerima manfaat.
Berdasarkan data pada laman merahputihbgn.cloud yang dihimpun hingga akhir Juli 2026, Kabupaten Bojonegoro telah memiliki 144 titik SPPG. Secara keseluruhan, terdapat 3.601 satuan pendidikan dengan 269.688 peserta didik yang menjadi sasaran Program MBG, mulai jenjang PAUD hingga pendidikan menengah.
Kecamatan Bojonegoro menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 16 titik yang melayani 35.148 peserta didik dari 218 satuan pendidikan. Artinya, satu dapur SPPG rata-rata melayani sekitar 2.197 peserta didik.
Sementara itu, Kecamatan Sumberrejo memiliki 10 SPPG, disusul Dander dan Kedungadem yang masing-masing memiliki 9 SPPG. Sedangkan Baureno, Kanor, Kapas, dan Kepohbaru masing-masing telah memiliki 8 SPPG.
Berbeda dengan kecamatan lainnya, hingga kini Kecamatan Margomulyo belum tercatat memiliki SPPG. Padahal, di wilayah tersebut terdapat 64 satuan pendidikan dengan 3.118 peserta didik.
Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono mengungkapkan, hingga saat ini belum ada dapur SPPG yang berdiri maupun beroperasi di wilayahnya. Menurutnya, jumlah penerima manfaat di Margomulyo diperkirakan mencapai sekitar 3.500 orang, mencakup peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui.
"Kalau melihat jumlah penerimanya, kemungkinan dua SPPG sudah bisa meng-cover seluruh kebutuhan di Kecamatan Margomulyo,” ungkap Joko, Jumat (24/6/2026).
Joko menambahkan, Margomulyo merupakan wilayah pelosok dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Ngawi, sedangkan wilayah perairan Sungai Bengawan Solo berbatasan dengan Kabupaten Blora, sehingga keberadaan SPPG dinilai penting untuk mendukung pemerataan pelaksanaan Program MBG.
Mantan Camat Baureno ini mengaku, beberapa waktu lalu sempat ada komunikasi dari salah satu partai politik terkait rencana pembangunan SPPG di Kecamatan Margomulyo. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
"Memang kemarin ada salah satu partai politik yang berkoordinasi terkait SPPG, tetapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” tuturnya.
Menurut Joko, masyarakat, khususnya para pelajar, mulai mempertanyakan belum masuknya Program MBG di Kecamatan Margomulyo. Sebab, mereka melihat siswa di kecamatan lain seperti Tambakrejo dan Ngraho telah lebih dahulu menerima manfaat program tersebut.
"Banyak siswa yang bertanya, kenapa wilayah lain sudah mendapatkan MBG, sementara di Margomulyo belum," pungkasnya.
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro perihal belum adanya SPPG di Kecamatan Margomulyo tersebut. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published