Backstagers Jatim Gelar Forum NGOPI di Bojonegoro, Dorong Industri Event Jadi Penggerak Ekonomi
Backstagers Jatim usai forum NGOPI di Bojonegoro (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Backstagers Indonesia Event Management Association Jawa Timur menggelar forum NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) di Greenwood Coffeeshop, Perumahan Pandawa Land, Kecamatan Bojonegoro, pada Jumat (15/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas pelaku industri event dan ekonomi kreatif untuk memperkuat jejaring, edukasi, serta kolaborasi di daerah.

Mengusung tema “Satu Frekuensi, Satu Industri”, forum tersebut menghadirkan jajaran pengurus DPD Backstagers Jawa Timur, di antaranya Ketua DPD Jawa Timur Lukman Sadaya, Ketua Harian Hendra Mardhika, Sekretaris Toufan Widhi H., dan Bendahara Amir Syaifuddin.

Ketua DPD Backstagers Jawa Timur, Lukman Sadaya menegaskan bahwa industri event bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari infrastruktur ekonomi yang memiliki dampak besar terhadap perputaran usaha dan penyerapan tenaga kerja.

"NGOPI bukan sekadar ngobrol santai. Ini adalah langkah nyata kami sebagai asosiasi untuk hadir, mendengar, dan bersama-sama membangun ekosistem industri event yang sehat dan berkelanjutan di seluruh Jawa Timur, termasuk di Bojonegoro," ungkap Lukman.

Ia menambahkan, data dalam Whitepaper Backstagers 2026–2030 menunjukkan industri event mampu menjadi penggerak ekonomi lintas sektor, mulai dari UMKM, perhotelan, vendor, logistik hingga subsektor kreatif lainnya.

Dalam forum tersebut, Backstagers Jawa Timur juga memaparkan sejumlah data dampak ekonomi industri event, di antaranya penyelenggaraan KTT G20 Bali 2022 yang menghasilkan output ekonomi Rp7,6 triliun dan membuka lebih dari 57 ribu lapangan kerja. Selain itu, Asian Games 2018 disebut berkontribusi Rp22,3 triliun terhadap PDB nasional.

Ketua Harian DPD Backstagers Jawa Timur, Hendra Mardhika mengatakan Bojonegoro memiliki potensi besar dalam pengembangan industri event daerah.

"Kami membawa semangat Satu Frekuensi, Satu Industri ke Bojonegoro karena kami percaya bahwa potensi industri event di daerah ini luar biasa. Data menunjukkan bahwa satu event saja bisa menciptakan ratusan lapangan kerja dan menggerakkan miliaran rupiah ekonomi lokal," tutur Hendra.

Menurutnya, forum NGOPI juga menjadi jembatan edukasi agar pelaku industri daerah memahami pentingnya tata kelola, standarisasi profesi, hingga perlindungan tenaga kerja di sektor event yang masih banyak didominasi pekerja informal.

Backstagers Jawa Timur turut menyoroti tantangan industri event, mulai dari regulasi, sistem penganggaran, hingga maraknya penyelenggara oportunistik yang mengabaikan kualitas. Karena itu, asosiasi profesi dinilai penting sebagai wadah verifikasi profesional, kode etik, dan quality assurance industri.

Ke depan, DPD Backstagers Jawa Timur berkomitmen melanjutkan program NGOPI di berbagai daerah lain di Jawa Timur sekaligus mendorong pendataan pelaku industri event dalam Sensus Ekonomi BPS 2026. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat arah kebijakan dan masa depan industri event nasional menuju visi Indonesia sebagai ASEAN Event Hub. [feb/mad]