Hanta Virus? Cara Penularan, Gejala, dan Pencegahan
Waspada tikut sebarkan Hantavirus

Reporter: Nidhomatur, MR

blokBojonegoro.com - Hantavirus atau Virus Hanta adalah kelompok virus zoonosis yang disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. 

Manusia dapat tertular akibat menghirup debu yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus, serta melalui gigitan. Virus ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan berat atau gangguan ginjal yang fatal.

Cara Penularan

Penularan terjadi melalui beberapa jalur utama:

- Inhalasi: Menghirup partikel udara atau debu yang telah tercampur dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

- Kontak Langsung: Menyentuh kotoran tikus atau memegang benda yang terkontaminasi, lalu tidak sengaja menyentuh mata, hidung, atau mulut.

- Gigitan: Terkena luka akibat gigitan hewan pengerat yang membawa virus.

Gejala yang Ditimbulkan

Infeksi Hantavirus umumnya berkembang dalam beberapa minggu (1-8 minggu) setelah paparan dan diawali dengan gejala mirip flu. Dua komplikasi utamanya meliputi:

- Sindrom Kardiopulmoner Hantavirus (HPS): Menyerang sistem pernapasan, menyebabkan batuk, sesak napas, hingga gagal paru-paru.

- Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS): Ditandai dengan demam tinggi, pendarahan internal, tekanan darah rendah, dan gagal ginjal.

Pencegahan

Tidak ada obat atau vaksin khusus untuk menyembuhkan infeksi ini. Pencegahan terbaik berfokus pada pengendalian hama:

- Menjaga kebersihan rumah dan menutup celah yang mungkin menjadi jalan masuk tikus.

- Tidak menyapu atau membersihkan kotoran tikus secara kering untuk mencegah debu virus terhirup; gunakan disinfektan dan sarung tangan.

Untuk informasi lebih lanjut seputar gejala klinis dan pencegahan, Anda dapat mengakses panduan kesehatan resmi melalui "Kemenkes RI Ayo Sehat" atau penjelasan dari WHO. [lis]