Wabup Nurul Bina Ratusan Mahasiswa Penerima Beasiswa Pemkab Bojonegoro
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah membina ratusan mahasiswa penerima beasiswa dari Pemkab Bojonegoro (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan pembinaan kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (9/7/2026) siang.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan pembekalan sekaligus motivasi agar mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Bojonegoro setelah lulus.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026 Pemkab Bojonegoro menjalankan lima program beasiswa yang menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kelima program tersebut meliputi beasiswa keluarga miskin bagi 212 mahasiswa, beasiswa pondok pesantren untuk 27 mahasiswa, beasiswa tugas akhir bagi 50 mahasiswa, beasiswa scientist untuk 334 mahasiswa, serta program Sepuluh Sarjana Per Desa (SESAR) yang menjangkau 2.209 mahasiswa.

"Di Bojonegoro ini ada empat jenis beasiswa ditambah satu beasiswa lanjutan, sehingga total ada lima program beasiswa," ungkap Anwar dihadapan para mahasiswa.

Eks Kepala Bappeda Bojonegoro ini menyebutkan, pada awal Juli ini Pemkab Bojonegoro telah mencairkan beasiswa tahap I kepada 162 mahasiswa dan tahap II kepada 2.670 mahasiswa.

Menurut Anwar, terdapat penyesuaian pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi sebagian penerima beasiswa karena adanya perbedaan antara tahun anggaran pemerintah dengan kalender akademik perguruan tinggi.

"Kecuali beasiswa untuk keluarga miskin, pembayaran UKT semester kemarin kami ganti pada semester ini karena tahun anggaran dan tahun ajaran memang berbeda," jelasnya.

Secara keseluruhan, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,03 miliar untuk lima program beasiswa tersebut. Dana itu diperuntukkan bagi 2.832 mahasiswa asal Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa program beasiswa merupakan investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah masyarakat Bojonegoro saat ini masih berada di angka 7,8 tahun, atau setara lulusan sekolah menengah pertama (SMP).

"Padahal targetnya adalah minimal lulus SMA, bahkan target Bupati Bojonegoro adalah masyarakat minimal memiliki pendidikan setara Diploma 1 (D1)," ujar Nurul.

Wabup Nurul menjelaskan, keterlambatan pencairan beasiswa tahun ini dipengaruhi adanya penyesuaian regulasi dan perubahan pada APBD induk. Karena itu, pemerintah daerah harus melakukan verifikasi ulang agar penerima beasiswa benar-benar memenuhi persyaratan.

"Ada beberapa regulasi yang harus diperbarui sehingga terjadi perubahan persyaratan. Karena itu diperlukan proses verifikasi agar penerima beasiswa benar-benar tepat sasaran," pungkasnya. [riz/mad]