Pengirim: Usman Roin*
blokBojonegoro.com - Guna memberi pemahaman mendalam perihal karya tulis lokal yang dihasilkan Mata Kuliah Jurnalistik, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Unugiri, mengadakan Bedah Buku di Auditorium Hasyim Asy'ari Lt. 3 Gedung Rektorat, Minggu (12/7/26).
Tiga buku antologi yang ditulis oleh Mahasiswa PAI Kelas A berjudul Jejak Langgar Tertua, Kelas B Tokoh-tokoh Babat Desa, dan Kelas F Kiai-Kiai Inspiratif Desa, dibedah secara bergantian oleh pembicara kelas dan disaksikan oleh pemantik Ahmad Taufiq akademisi yang juga Pengurus PCNU Bojonegoro.
Ketua Panitia Dias Bagus Saputra, mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu Mata Kuliah Jurnalistik yang telah membimbing proses observasi hingga menjadi karya buku. Ia juga menambah, bila dari pengalaman menulis bisa mengetahui sejarah apa yang ada di desa.
"Sejarah yang tidak ditulis, lama kelamaan di perkembangan zaman akan luntur," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Kaprodi PAI Su'udin Aziz. Kala memberi sambutan, ia tidak lupa menyampaikan terima kasih sekaligus mengapresiasi karya Mahasiswa PAI 6A, B dan F. Terlebih, terdapat banyak quotes yang mengatakan bila pena itu lebih awet bekasnya, hingga proses mengikat binatang buruan agar tidak lepas seperti tulisan.
Udin panggilan akrab Su'udin Aziz, juga menegaskan bila terdapat amal yang senantiasa mengalir (tidak putus pahalanya) setelah meninggal. Yakni, sedekah jariyah yang dalam makna luas karya tulis berupa buku sebagai jariyah literasi.
"Setelah kalian lulus, naik semester tujuh atau nanti jadi guru, selama tulisan berwujud buku ini masih dan orang teringat sejarah desa masing-masing, kalian akan menerima pahala," tegasnya.
Bedah Buku
Pada sesi bedah buku, moderator Zunnatul Mafruhah mempersilahkan pembicara kelas menyampaikan sinopsis buku antologi masing-masing kelas. Mulai dari Sefti Liana mewakili Kelas PAI 6A, Sofia Fuadi mewakili Kelas PAI 6B dan Selvi Rohmatul Majid mewakili Kelas PAI 6F.
Sementara pemantik Ahmad Taufiq, menyampaikan apresiasi luas biasa. Bagi beliau, dari sisi konteks keberadaan Mata Kuliah Jurnalistik di Prodi PAI Unugiri perlu diapresiasi. Terlebih, belajar jurnalistik bukan sekadar bagaimana menuliskan 5W+1H, tetapi menjadi peka terhadap sekitar.
"Di Prodi PAI (Unugiri-red), telah diletakkan fondasi penting bagaimana meletakkan literasi itu dari basis," terangnya.
Dekan FISIP Unigoro itu juga menambah, bila apa yang ditulis oleh mahasiswa Prodi PAI 6A, B dan F, perihal tokoh agama, artefak, maupun tokoh perintis desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, itu telah menjadikan mereka bagian dari pengabadi.
"Ketika kita menulis hari ini, 10 atau 20 tahun karya yang sudah kita bikin akan menjadi pengabadi sejarah," imbuh akademisi yang dulu pernah menjad Jurnalis Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Bedah buku yang berlangsung hingga pukul 11.00 Wib, selain dihadiri ratusan mahasiswa PAI, hadir pula Usman Roin selaku dosen pengampu, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI M. Imron Nasir S, editor buku Kiai-kiai Inspiratif Desa Siti Nur Mukaromatun Nisa, serta Penerbit Pena Abadi Widodo Ramadhoni selaku penata aksara dan ilustrator sampul Ahmad Wahid. [mad]
* Pengirim Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.
Untuk membuka blokir BTN Mobile lewat WhatsApp, simpan nomor resmi BTN di 088 8809 6504. Kirim pesan dengan format Aktivasi BTN Mobile dan ikuti instruksi dari Customer Service. Siapkan KTP, nomor rekening, dan buku tabungan untuk proses verifikasi