Buka KKN-TK di Desa Kedungsari, Mahasiswa Unigoro Fokus Edukasi Kelestarian Hutan
Seremonial pembukaan KKN-TK Unigoro di Desa Kedungsari (Foto: blokBojonegoro.com/Hilmi Masluhan)

Kontributor : M. Hilmi Masluhan

blokBojonegoro.com – Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Tahun Akademik 2025/2026 resmi memulai pengabdiannya di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Acara pembukaan, diselenggarakan di Pendopo Praga Jenggala Bakti, Desa Kedungsari, Selasa (14/7/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 6 KKN-TK Unigoro, Firda. Dalam penyampaiannya, Firda berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam mengedukasi warga untuk menjaga dan melestarikan hutan di Desa Kedungsari.

"Kami berharap kehadiran kami disini dapat memberikan nilai edukatif bagi masyarakat Desa Kedungsari. Selain itu, kami juga berharap setiap program kerja yang kami laksanakan nantinya bisa memberikan dampak yang berkelanjutan bahkan setelah masa KKN berakhir," ungkap Firda.

Senada dengan hal tersebut, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok 6, Heri Mulyanti, mengatakan tema KKN-TK Unigoro tahun ini berfokus pada perubahan pola pikir masyarakat agar lebih peka terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu tantangan utamanya adalah mencegah alih fungsi lahan hutan lindung menjadi kawasan pertanian.

"Mayoritas masyarakat Desa Kedungsari adalah petani jagung, dan saat ini banyak lahan hutan yang dimanfaatkan untuk ditanami jagung. Melalui program kerja yang diusung teman-teman mahasiswa, kami berharap dapat memberikan edukasi agar masyarakat bisa lebih merawat dan menjaga kelestarian hutan," kata Heri.

Sambut hangat juga datang dari Kepala Desa Kedungsari M. Alamudi. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa esensi pengabdian masyarakat bukanlah sekadar meninggalkan infrastruktur fisik, melainkan transfer ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi warga.

"Saya pribadi kurang tertarik jika dibuatkan fasilitas fisik apa pun di desa ini. Namun, saya jauh lebih mengapresiasi adanya pembelajaran baru bagi warga. Saya berharap kehadiran mahasiswa dapat memperluas wawasan dan mengubah pola pikir warga menjadi lebih baik demi masa depan desa ini," tuturnya. [han/riz]