Libatkan Ulama, BPJS Kesehatan Bojonegoro Perkuat Edukasi JKN hingga Pelosok Desa

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro terus memperluas jangkauan edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tak hanya melalui fasilitas kesehatan dan kanal resmi pemerintah, kali ini penyebaran informasi dilakukan dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro agar pemahaman masyarakat mengenai JKN dapat menjangkau hingga tingkat desa melalui para tokoh agama.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) yang digelar di Kantor MUI Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

 Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Amanulloh, jajaran pengurus MUI kecamatan, serta para kiai, dan tokoh agama dari berbagai wilayah di Bojonegoro.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto mengungkapkan, keterlibatan tokoh agama menjadi langkah strategis karena mereka merupakan figur yang memiliki kedekatan dan kepercayaan tinggi di tengah masyarakat.

"Tokoh agama merupakan figur yang dipercaya masyarakat. Melalui mereka, informasi mengenai hak dan kewajiban peserta, prosedur pelayanan, hingga manfaat Program JKN dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, keberhasilan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan kesehatan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme, hak, kewajiban, dan manfaat yang diberikan. Karena itu, BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar informasi yang benar dapat diterima masyarakat secara luas.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda mengatakan, pihaknya menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, penyampaian informasi yang bermanfaat kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk kegiatan keagamaan.

"Para pengurus MUI, takmir masjid, majelis taklim, hingga tokoh agama yang berada di tengah masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat semakin memahami layanan yang menjadi hak mereka," kata Gus Huda sapaanya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Amanulloh. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi masyarakat, khususnya terkait perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

"Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat. Penyuluh agama dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan,” tutur Amanullah.

Melalui sinergi ini, BPJS Kesehatan berharap informasi mengenai Program JKN semakin mudah diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan melibatkan para ulama, kiai, bu nyai, hingga penyuluh agama yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga, edukasi mengenai hak, kewajiban, dan manfaat JKN diharapkan dapat tersampaikan lebih luas, dipahami dengan baik, serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan sesuai ketentuan. [riz/mad]