Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Kepengurusan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026 resmi dinyatakan demisioner. Pernyataan itu disampaikan KH Miftachul Akhyar pada sidang pleno V dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada Minggu (30/8/2026) malam.
Kiai Miftah berharap seluruh masa khidmah kepengurusan PBNU periode 2022-2027 dapat berakhir dengan baik setelah menjalankan amanah organisasi. “Semoga masa khidmah kami semuanya sampai detik malam ini betul-betul menjadi sebuah amanah khidmah yang husnul khatimah,” kata Kiai Miftah.
Kiai Miftah menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan kepengurusan. Menurut dia, masih terdapat sejumlah hal yang belum dapat disempurnakan selama masa khidmah tersebut. “Semua kesalahan, kealpaan, kekurangan, dan semuanya apa yang belum bisa kita sempurnakan, kami mohon maaf atas keterbatasan ini,” ujarnya.
Kepengurusan PBNU selanjutnya menyerahkan kembali mandat organisasi kepada para Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan di Muktamar ke-35.
“Malam ini, dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, pengurus PBNU masa khidmah 2021-2026 kami serahkan kembali kepada para PW dan pemegang keputusan dan kami nyatakan demisioner,” terangnya.
Kiai Miftah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama kepengurusan berjalan. Dukungan tersebut, kata Kiai Miftah, membantu jajaran PBNU menjalankan tugas dan amanah organisasi. “Terima kasih atas semuanya dukungannya yang selama ini betul-betul menjadikan kami bisa menjalankan tugas-tugas,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Kiai Miftah berharap seluruh dukungan dan kerja sama yang telah diberikan mendapat balasan dari Allah swt. Ia kembali meminta maaf kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama atas kekurangan selama kepengurusan. “Semoga Allah membalas dengan balasan berlipat-lipat ganda. Mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Kiai Miftah.
Ketua Umum PBNU (demisioner) KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya juga berharap kepengurusan PBNU berikutnya dapat melanjutkan khidmah organisasi dengan lebih baik. Ia menyerahkan kelanjutan kepemimpinan NU kepada forum muktamar yang tengah berlangsung. "Semoga PBNU masa khidmah yang akan datang adalah PBNU yang lebih baik dari sebelumnya," kata dia. [mad]