Fotografer: Wahyu Budiyanto
blokBojonegoro.com - Dari udara, lanskap persawahan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampak bagai kepingan mozaik yang retak dan mengering. Petak-petak tanah cokelat gersang menjadi saksi bisu ganasnya kemarau panjang serta dampak El Nino tahun ini. Sumur-sumur warga tak lagi mengalirkan air; kebutuhan dasar yang semula melimpah kini menjadi barang langka yang harus diperjuangkan.

Namun, di tengah bayang-bayang krisis kekeringan tersebut, secercah harapan hadir menembus debu jalanan desa. Deru mesin truk tangki bertuliskan ”Bantuan Air Bersih PT Pertamina EP Cepu Zona 12” menyibak kesunyian. Begitu armada penyuplai air menghentikan rodanya di sudut-sudut desa, suasana mendadak riuh. Warga berbondong-bondong keluar rumah memboyong beragam wadah, mulai dari ember plastik hingga jerigen.

Di titik distribusi, Warga membentangkan terpal berukuran besar di atas tanah sebagai penampung darurat untuk menyerap guyuran air jernih dari selang tangki. Dari sana, tangan-tangan warga bergerak cepat. Perempuan, pria, hingga anak-anak bahu-membahu menimba dan mengalirkan air ke wadah masing-masing.

Raut lelah berganti senyum lega. Seorang warga lansia tampak masih sigap memikul dua ember penuh air di bahunya, sementara para pemuda mengangkut tumpukan jeriken menggunakan sepeda motor dan sepeda listrik demi mempercepat pasokan ke rumah. Bahkan, anak-anak kecil tak mau kalah, menyeret jeriken biru menyusuri jalanan desa demi membantu keluarga mereka.

Rasa syukur mendalam dirasakan oleh masyarakat di lokasi penerima bantuan. Narto, salah seorang warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, mengaku amat terbantu dengan hadirnya armada tangki air bersih tersebut di desanya.

”Sumur warga di sini sudah kering sejak beberapa bulan lalu. Untuk kebutuhan sehari-hari kami harus hemat betul. Bantuan dari PEPC JTB ini sangat berharga bagi kami. Terima kasih banyak atas kepeduliannya, pasokan ini benar-benar meringankan beban warga,” tuturnya.

Aksi kemanusiaan ini digagas oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 selaku operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 1 juta liter air bersih disalurkan secara bertahap dalam 200 armada truk tangki sejak 1 September hingga 31 Oktober 2026.

Deputy Field Manager JTB Andy Suhendro menyampaikan, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian PEPC JTB terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
”Di tengah kondisi musim kemarau dan potensi dampak El Nino tahun ini, kami berharap bantuan ini dapat turut membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih,” ujar Andy.

Ia menegaskan, persoalan kekeringan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di masa sulit.
Bantuan air bersih ini menyasar delapan desa terdampak sekitar wilayah produksi terutama di Kecamatan Ngasem dan Purwosari, yakni Desa Bandungrejo, Dukoh Kidul, Kolong, Sambong, Trenggulunan, Ngrejeng, Tinumpuk, dan Kaliombo.