Pengirim: Tim KKN INTAN Kelompok 06
blokBojonegoro.com - Di balik tenangnya kehidupan Desa Balongrejo, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, tersimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Desa yang kaya akan tanaman herbal, seperti sereh, ternyata semakin berdaya setelah adanya sentuhan inovasi baru dari mahasiswa KKN Institut Attanwir (INTAN) Kelompok 06.
Dengan semangat pengabdian, mereka memperkenalkan konsep pengembangan produk olahan sereh, yang kemudian melahirkan dua produk unggulan. Yakni Sambel Sereh dan Wedang Sereh.
Dari dapur tradisional ke pasar modern, tanaman sereh yang tumbuh subur di hampir setiap pekarangan rumah di Desa Balongrejo, sebelumnya hanya digunakan sebatas bumbu dapur atau jamu rumahan.
Namun siapa sangka, tanaman sederhana ini bisa menjadi bahan baku utama produk kuliner dan minuman kesehatan yang bernilai jual tinggi. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, mahasiswa KKN INTAN memperkenalkan dua inovasi sederhana namun berdampak besar yaitu Sambel Sereh Serasa.
Produk tersebut memadukan pedasnya cabai rawit dengan aroma khas sereh, bawang, dan rempah pilihan. Sambel sereh bukan hanya sambal biasa, tapi juga memperkenalkan kekayaan rasa lokal yang unik dan khas. Diproses secara higienis dan dikemas dengan label menarik, produk ini siap bersaing di pasar oleh-oleh dan UMKM kuliner Bojonegoro.
“Kami tidak menyangka sambel sereh bisa seenak ini. Harum serehnya kuat, rasanya juga cocok. Bisa tahan lama pula,” kata Bu juwarti, warga yang ikut dalam pelatihan produksi.
Di tengah tren minuman herbal, wedang sereh hadir sebagai solusi minuman sehat, alami, dan menyegarkan. Dibuat dari rebusan sereh 100%, wedang ini dikemas dalam bentuk kantong celup. Cocok dinikmati di pagi hari atau malam dingin, dengan manfaat menenangkan dan menjaga daya tahan tubuh.
Langkah nyata mahasiswa dalam pemberdayaan ekonomi warga tidak hanya menciptakan produk, tim KKN INTAN juga memberikan teknik produksi yang higienis dan berstandar, desain kemasan yang menarik dan informatif, strategi branding dan pemasaran digital, serta pengenalan marketplace dan media sosial untuk promosi.
Seluruh warga aktif mengikuti pelatihan, mulai dari ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, remaja hingga pelaku UMKM lokal. "Saat pelatihan, kami tidak hanya mengajarkan cara membuat produk, tapi juga cara pandang wirausaha dan pentingnya inovasi dalam usaha kecil,” jelas Irta Vivi Febriyanti, selaku Koordinator Desa KKN INTAN Kelompok 06.
Kegiatan KKN ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Balongrejo. Kepala Desa Suyanto menambahkan bahwa inovasi olahan sereh ini bisa menjadi titik awal kebangkitan UMKM berbasis potensi lokal.
“Ini langkah bagus. Kalau dikelola serius, produk ini bisa jadi oleh-oleh khas Balongrejo. Harus terus dilanjutkan meski KKN INTAN selesai nantinya,” tambahnya. [mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published