Belum Ada yang Mendaftar Seleksi Sekda Bojonegoro, Beberapa Nama Pejabat Diperbincangkan

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro rupanya belum menarik minat aparatur sipil negara (ASN). Sebab, hingga Senin (15/9/2025) petang, belum ada seorang ASN yang mengajukan diri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Achmad Gunawan mengungkapkan, sejak dibuka pada 4 September 2025 lalu, belum ada seorang ASN yang daftar.

“Belum satupun ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang mendaftar kursi sekda,” ungkap Achmad Gunawan.

Gunawan menjelaskan, kekosongan jabatan Sekda Bojonegoro ini terjadi sejak Nurul Azizah mengundurkan diri pada September 2024 lalu, untuk maju sebagai calon wakil bupati pada Pilkada 2024.

Sejak saat itu, lanjut Gunawan, posisi strategis ini hanya diisi pelaksana tugas dan penjabat sementara yang silih berganti, mulai dari Djoko Lukito, kemudian Andik Sudjarwo, hingga kini dijabat Kusnanda Tjatur.

“Pendaftaran kami buka selama 15 hari. Dan terbuka bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelas Gunawan.

Tahapan selanjutnya, tambah Gunawan, usai pendaftaran ditutup, panitia seleksi akan melakukan verifikasi administrasi serta penelusuran rekam jejak para pendaftar. Hasil seleksi tahap awal dijadwalkan diumumkan pada 22 September 2025. Pemkab Bojonegoro memastikan proses berjalan profesional dan transparan.

Disisi lain, meski belum ada pendaftar, sejumlah nama pejabat tinggi di Pemkab Bojonegoro mulai diperbincangkan publik sebagai calon kuat. Salah satunya Djoko Lukito, pejabat yang beberapa kali dipercaya mengisi kursi sekda sementara. Namun, hingga kini ia enggan berkomentar soal kemungkinan maju dalam seleksi.

Sementara itu, mantan PJ Sekda lainnya, Andik Sudjarwo, menegaskan jika dirinya tak akan mengikuti seleksi pengisian kursi orang nomor tiga di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu, dengan alasan kesehatan.

“Karena pertimbangan kesehatan, saya tidak mendaftar,” ujar Andik yang kini menjabat Asisten III Administrasi Umum Setda Bojonegoro. [riz/mu]