Eks Pj Sekda Bojonegoro Tak Ikuti Seleksi Sekda Definitif, Umur dan Kesehatan Jadi Alasan

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Dua mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Andik Sudjarwo dan Djoko Lukito menyatakan tak ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi pengisian Sekda definitif. 

Andik Sudjarwo yang kini menjabat Asisten III Administrasi Umum Setda Bojonegoro itu mengatakan, untuk sementara ini, dia tidak akan daftar lelang dimaksud. Sebab, kondisi kesehatan yang tak memungkinkan untuk dirinya mendaftar.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/15/belum-ada-yang-mendaftar-seleksi-sekda-bojonegoro-beberapa-nama-pejabat-diperbincangkan/]

"Karena pertimbangan kesehatan, saya tidak mendaftar,” ungkap Andik.

Dikonfirmasi terpisah, Djoko Lukito yang kini menjabat Asisten I Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro ini, juga menuturkan hal serupa. Djoko mengaku jika dirinya sudah tua, sehingga kemungkinan tidak akan mendaftar.

“Sudah tua, mas,” ujar Djoko singkat.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Hari Kristianto mengatakan, jika hingga hari ini belum ada satupun seorang aparatur sipil negara (ASN) yang mendaftar seleksi Sekda definitif.

“Masih belum ada (pendaftar),” kata Hari.

Untuk diketahui, kursi jabatan Sekda Bojonegoro mengalami kekosongan sejak September 2024 lalu. Nurul Azizah harus meninggalkan jabatan orang nomor tiga di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu, untuk mengikuti Pilkada Bojonegoro 2024.

Guna mengisi kekosongan tersebut, Djoko Lukito dipercaya menjadi Pj Sekda Bojonegoro dua kali. Pada awal Oktober 2024—awal Januari 2025 dan pertengahan Februari—pertengahan Mei 2025.

Sedangkan, Andik Sudjarwo menjadi Pj Sekda Bojonegoro pada akhir Mei—Agustus 2025. Kini, jabatan Sekda Bojonegoro dipegang sementara oleh Kusnandaka Tjatur, yang merupakan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro. [riz/mad]