Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Embun pagi baru saja turun di atas hamparan sawah Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberrejo. Di tengah petak lahan yang mulai diolah, tampak pemandangan akrab, anggota TNI bersama petani menyiapkan benih padi. Hari itu, jajaran Babinsa Koramil 09/Sumberrejo Kodim 0813 Bojonegoro turun langsung mendampingi Kelompok Tani Rukun Sejati menanam padi jenis Inpari 32 di atas lahan sekitar dua hektar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung dan menyukseskan program pemerintah di bidang Ketahanan Pangan (Hanpangan). Bukan sekadar simbolik, pendampingan ini menjadi bentuk nyata peran Babinsa dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat desa.
Selaku Babinsa Desa Kedungrejo, Serda Andik Sulistyawan menegaskan bahwa turun langsung ke sawah bersama petani merupakan wujud dukungan TNI terhadap percepatan tanam padi.
"Kami siap mendukung penuh suksesnya program pemerintah khususnya untuk penguatan swasembada pangan," ungkapnya, Kamis (6/11/2025).
Serda Andik menjelaskan, pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada saat penanaman saja. Ia bersama jajaran Babinsa terus mendampingi petani sejak proses penyiapan dan pengolahan lahan, pembibitan, hingga masa panen.
"Pendampingan ini sekaligus juga untuk meningkatkan hubungan lebih harmonis dengan warga di wilayah binaan, juga akan menguatkan motivasi bagi petani dalam mengelola lahan pertanian," tambahnya.
Harapan pun tumbuh bersama bulir padi yang baru ditanam. Babinsa berharap semangat petani di wilayah binaannya kian tinggi, agar hasil panen nanti bisa lebih memuaskan dan produktivitas pertanian meningkat.
Sementara itu, Purwanto, Ketua Kelompok Tani Rukun Sejati, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari TNI, khususnya Babinsa Sumberrejo.
"Kami merasa senang, dan sangat terbantu. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada bapak-bapak Babinsa yang sudah membantu para petani,"pungkasnya.
Kehadiran Babinsa di tengah petani Kedungrejo bukan hanya memperkuat kerja sama lintas sektor, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong-bahwa ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan gerakan bersama yang berakar dari tanah sendiri.
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published