BTCLS di STIKes Rajekwesi Bojonegoro: Wujud Semangat Mahasiswa Menjadi Perawat Profesional
Foto/blokBojonegoro: Suasana penutupan BTCLS di STIKes Rajekwesi Bojonegoro

Pengirim: Titik Nuryanti*

blokBojonegoro.com - Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang diselenggarakan STIKes Rajekwesi Bojonegoro resmi berakhir. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring selama tiga hari di Laboratorium Terpadu STIKes Rajekwesi Bojonegoro, dan menjadi bagian penting dari pembekalan kompetensi mahasiswa keperawatan dalam menghadapi situasi gawat darurat.

Penutupan kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh Ketua STIKes Rajekwesi Bojonegoro, Evita Muslima Isnanda Putri, S.Kep., Ns., M.Kep. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa yang mengikuti pelatihan hingga akhir.

“Selalu semangat untuk belajar, karena ilmu yang telah diperoleh selama enam hari ini hendaknya dapat diterapkan dan diaplikasikan di masyarakat. Teruslah berjuang meraih mimpi menjadi perawat yang profesional,” tutur Bu Evita penuh motivasi.

Pelatihan BTCLS ini diakhiri dengan post test dan uji keterampilan, yang menjadi tolok ukur keberhasilan peserta dalam memahami teori dan praktik penanganan gawat darurat. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 32 mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat kelulusan.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan performa terbaik selama pelatihan, panitia menetapkan tiga peserta terbaik, yaitu: Terbaik I - Dey Jitta, Terbaik II - Safitri Kurnia dan Terbaik III - Popi Tri Hapsari.

Mahasiswa STIKes Rajekwesi Bojonegoro mengaku sangat antusias dan menikmati proses pelatihan. Mereka merasa waktu pelatihan berjalan cepat karena suasana pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan menambah wawasan praktis dalam penanganan kegawatdaruratan. 

Kegiatan BTCLS ini diharapkan menjadi bekal penting bagi calon perawat untuk semakin siap terjun ke dunia pelayanan kesehatan yang profesional dan berintegritas tinggi. [mad]

*STIKes Rajekwesi Bojonegoro