Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Harapan menjadikan Taman Galeri Bengawan sebagai ikon wisata edukasi baru di bantaran Sungai Bengawan Solo kini kian meredup. Berada jauh dari pusat kota, taman yang terletak di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro itu justru terkesan mati suri.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi wisata tersebut menunjukkan suasana taman yang lengang. Hampir tak terlihat aktivitas berarti, kecuali beberapa warga sekitar yang sekadar melintas. Fasilitas galeri yang dibangun sebagai ruang pamer seni dan kreativitas pun lebih banyak tertutup, tanpa agenda pameran atau kegiatan berkelanjutan yang mampu menarik perhatian publik.
Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Sumberrejo, Arif mengungkapkan, konsep Taman Galeri Bengawan sebenarnya cukup menarik. Namun, letaknya yang berada di Kecamatan Trucuk menjadi salah satu faktor rendahnya minat kunjungan masyarakat, terutama dari luar wilayah sekitar.
Jarak tempuh yang relatif jauh dari pusat kota serta minimnya promosi membuat taman ini belum masuk daftar destinasi favorit warga saat akhir pekan.
"Tempatnya sebenarnya bagus untuk santai, tapi memang sepi sekali. Kalau tidak ada acara khusus, saya tidak kesini mengingat tempatnya jauh dari pusat perkotaan" ungkap Arif, Jumat (16/1/2026).
Kondisi tersebut dibenarkan oleh petugas loket, Sutiono. Ia menyebut kepadatan pengunjung hanya terjadi saat momen tertentu, seperti perayaan Natal 2025 lalu. Setelah itu, angka kunjungan kembali merosot tajam. Pada awal tahun 2026 ini, hanya tercatat 10 pengunjung yang menghampiri wisata tersebut.
"Saat ini sepi hanya sepuluh pengunjung, dibandingkan jauh di bulan Desember 2025 sekitar seribu pengunjung,” ungkap Sutiono dijumpai di Galeri Bengawan.
Sutiono menambahkan, selama ini pihaknya hanya fokus pada penjagaan dan kebersihan area. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), segera menghadirkan inovasi agar aset daerah tersebut tidak terbengkalai.
"Untuk menghidupkan kembali Taman Galeri Bengawan ini, kita menanti Dinas Pariwisata segera melakukan evaluasi. Kolaborasi dengan komunitas kreatif atau sekolah-sekolah di wilayah Trucuk dan sekitarnya agar taman ini tidak sekadar menjadi deretan bangunan kosong," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama saat dikonfirmasi jumlah pengunjung wisata di Kabupaten Bojonegoro selama tahun 2025, pihaknya belum merespon pesan singkat yang dilayangkan blokBojonegoro.com melalui aplikasi WhatsApp. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published