Baru Sebulan Rampung, Jalan Aspal BKKD di Sumberrejo Bojonegoro Langsung Rusak
Sejumlah tim melakukan monitoring di jalan aspal rusak di Desa Ngampal yang baru rampung digarap sebulan lalu (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro mengalami kerusakan. Padahal, jalan yang dibangun melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 baru rampung dikerjakan sekitar sebulan.

Informasi yang dihimpun, Desa Ngampal mendapatkan BKKD tahun 2025 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 senilai Rp2 Miliar untuk melaksanakan kegiatan pengaspalan jalan dengan panjang 1.180 meter dan lebar 4 meter.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, jalan yang menjadi akses penghubung antar dusun itu tak lagi dalam kondisi mulus. Di sejumlah titik tampak bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok terlihat pada ruas sepanjang kurang lebih 50 meter.

Jalan aspal tersebut terlihat ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal muncul ke permukaan. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat jalan tersebut merupakan akses vital warga untuk aktivitas harian, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Usai mendapatkan informasi kerusakan tersebut, sejumlah pihak langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Monitoring dilakukan bersama tim dari Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga serta Camat Sumberrejo, Kamis (26/2/2026).

"Hanya monitoring bersama menindak lanjuti informasi dari masyarakat," ujar salah satu petugas.

Dalam pengecekan tersebut, tim melakukan penggalian secara acak di lokasi proyek. Dari hasil pengecekan awal, tim inspektorat menemukan kondisi aspal yang digunakan berkualitas buruk. Ketebalan aspal juga dinilai jauh dari standar hanya 4 - 5 cm.

Meski demikian, untuk hasil monitoring yang dilakukan, petugas belum membeberkan informasi detail mengenai temuan apa saja yang didapatkan dari lapangan.

Sementara itu Kepala Desa (Kadesl Ngampal, Budiyanto mengungkapkan, dari hasil monitoring tersebut, tim inspektorat dan dinas teknis terkait merekomendasikan untuk dilakukan perbaikan secara total di sepanjang ruas jalan yang rusak.

“Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan Tim inspektorat tadi harus dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali,” ungkap Budi.

Budi menyebut, nilai pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan tersebutsekitar Rp1,8 miliar. Dengan anggaran jumbo tersebut Ia menduga kerusakan disebabkan kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik.

“Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” ujarnya

Atas temuan itu, Budiono menegaskan, pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah berkomitmen melakukan perbaikan sesuai rekomendasi tim monitoring.

"Pihak kontraktor juga menyanggupi untuk segara melakukan perbaikan,” pungkasnya. [riz/mad]