Sambut Arus Mudik-Balik 2026, Pemkab Bojonegoro Rampungkan Perbaikan Jalur Alternatif

Reporter: Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Masa mudik Lebaran 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga terus mematangkan kesiapan infrastruktur jalan. Selain mengandalkan jalur nasional, Pemkab Bojonegoro telah menuntaskan perbaikan sejumlah jalur alternatif di berbagai wilayah kabupaten guna menjamin kenyamanan dan keamanan para pemudik.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro, Iwan Maulana, menjelaskan, langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi di jalur utama.

"Kami fokus pada pemeliharaan rutin dan penambalan lubang di ruas-ruas jalan kabupaten yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif. Tujuannya, jika jalur nasional mengalami kepadatan, pemudik bisa beralih ke jalur kabupaten dengan aman dan nyaman. Untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan jelang Idul Fitri telah dilaksanakan oleh UPT," ujar Iwan.

Beberapa titik strategis sebagai salah satu jalur alternatif yang telah rampung ditangani salah satunya di wilayah Timur (Kanor - Rengel). Perbaikan telah dilakukan di ruas jalan menuju Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT), tepatnya di jalur Kanor - Semambung. Pengerjaan ini dikawal langsung oleh UPT Wilayah 2. Selain itu di wilayah Selatan, jalur Kedungadem juga sebagai alternatif penghubung antar wilayah selatan yang saat ini kondisinya sudah mantap.

Selain fokus pada permukaan aspal, Pemkab Bojonegoro juga memastikan aspek keamanan berkendara di malam hari. Jalur-jalur alternatif tersebut kini telah dilengkapi dengan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang memadai.

“Semua sudah tuntas diperbaiki, baik bagi pemudik yang tujuannya memang ke Bojonegoro maupun yang sekadar melintas menuju kabupaten tetangga. Kami juga berkoordinasi untuk memastikan penerangan jalan juga berfungsi baik,” tambah Iwan.

Pihaknya turut mengimbau bagi para pemudik untuk memantau info lalu lintas terkini sebelum memilih jalur, memanfaatkan jalur alternatif jika terjadi lonjakan antrean panjang di jalur nasional serta tetap waspada dan mematuhi rambu lalu lintas meskipun kondisi jalan sudah mulus.