Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program Pertapreneur Aggregator (PAG). Hingga Maret 2026, program ini menunjukkan capaian positif dengan omzet mitra mencapai Rp5,72 miliar, sekaligus memperkuat ekosistem usaha yang semakin berkembang.
Pertapreneur Aggregator merupakan program strategis Pertamina yang dirancang untuk melatih dan mencetak pelaku UMK menjadi penghubung usaha atau agregator. Melalui program ini, UMK terpilih tidak hanya didorong untuk memajukan usahanya sendiri, tetapi juga membantu usaha kecil lainnya agar bisa naik kelas dengan membuka akses ke pasar yang lebih luas, memperkuat jaringan, serta membangun rantai pasok antarsesama UMK.
Pada tahun ini, program PAG diikuti oleh 10 pemenang terbaik hasil kurasi nasional dari berbagai sektor, mulai dari makanan olahan, produk kesehatan, fesyen, hingga kerajinan. Seluruh peserta mendapatkan pendampingan untuk mempercepat pertumbuhan usaha melalui pendekatan riset dan teknologi.
Manfaat utama dari program ini terlihat dari terbentuknya ekosistem bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi. UMK peserta memperoleh dukungan teknis dan manajerial, mulai dari penguatan model bisnis, validasi pasar, hingga analisis keuangan. Dengan peran sebagai agregator, pertumbuhan satu UMK diharapkan memberi dampak berantai bagi UMK lain dalam jaringannya, baik dari sisi peningkatan kapasitas produksi maupun kualitas produk.
Salah satu pemenang, Rendang Gadih, mencatat kinerja penjualan yang sangat baik, terutama selama momentum Ramadan. Hingga Maret 2026, omzet usahanya telah mencapai Rp5,72 miliar, mencerminkan kuatnya pengelolaan mitra produksi dan distribusi. Untuk memperluas pasar, Rendang Gadih juga tengah menyiapkan kerja sama dengan ritel modern Foodhall serta rencana co-branding bersama Pertamina.
Sementara itu, pemenang lainnya, Bali Honey, juga menunjukkan perkembangan positif, khususnya dalam peningkatan kualitas produk. Persentase madu yang memenuhi standar kualitas meningkat dari 34 persen menjadi 70 persen hingga Maret 2026. Dari sisi pasar, Bali Honey terus menjajaki peluang ekspansi dan telah mencatat omzet sebesar Rp648,7 juta.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah nyata Pertamina dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membantu UMK naik kelas secara menyeluruh.
"Melalui Pertapreneur Aggregator, kami ingin mencetak pemimpin-pemimpin UMK yang adaptif dan mampu mengelola ekosistem bisnisnya secara efektif. Program ini membantu mereka memperkuat kolaborasi dan kemitraan, sehingga UMK lokal kita memiliki daya saing yang kuat di pasar nasional maupun global," ungkap Muhammad Baron.
Ke depan, Pertamina akan terus memperkuat program ini melalui pendampingan intensif, perluasan akses pasar, serta simulasi akses pendanaan agar UMK binaan semakin berdaya saing.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina juga menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Langkah tersebut diperkuat melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional, termasuk kolaborasi dengan Danantara Indonesia. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published