Meritokrasi dalam Tata Kelola Ditjen Pesantren Ditekankan oleh Wamenag
Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i

Reporter: Nidhomatur, MR

blokBojonegoro.com - Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, menekankan pentingnya penerapan prinsip meritokrasi dalam tata kelola Direktorat Jenderal Pesantren. Penataan pejabat dan pengembangan talenta, menurutnya, harus berbasis kompetensi, integritas, dan rekam jejak, bukan praktik transaksional. Hal ini disampaikan dalam pembahasan distingsi Direktorat Jenderal Pesantren, di Bandung, Jawa Barat.  

Romo Syafi’i menegaskan bahwa dirinya akan terlibat langsung dalam proses penyusunan pejabat dan pemetaan talenta di Ditjen Pesantren. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan arah kebijakan yang telah dirintis sejak awal.

“Dalam penyusunan pejabat atau bidik talenta di Ditjen Pesantren, saya harus ikut. Karena saya sudah terlibat hingga terbentuknya Ditjen Pesantren. Jangan sampai sudah selesai saya gak tau nanti,” tegas Romo Syafi'i.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik transaksional dalam proses pengangkatan pejabat. Menurutnya, tata kelola yang bersih menjadi prasyarat utama untuk menghadirkan kepercayaan publik sekaligus keberkahan dalam pengelolaan lembaga.

"Saya ingin Ditjen Pesantren ini clean, tidak ada permainan dalam pengangkatan pejabat di dalamnya," tegas Wamenag Romo Syafi'i.

Penegasan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional dan berintegritas, sekaligus memastikan bahwa pengembangan pesantren ke depan ditopang oleh sistem yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia. [lis]