SPPG Bojonegoro Teken Komitmen dengan BPJS Kesehatan, Pastikan Relawan Terlindungi JKN
Kepala BPJS Kesehatan Bojonegoro dengan Korwil SPPG Bojonegoro saat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Bojonegoro bersama BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memastikan seluruh relawan dan tenaga pendukung program terlindungi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Hal ini merupakan upaya memperkuat perlindungan kesehatan bagi pelaksana program strategis nasional terus dilakukan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, khususnya melalui pemenuhan gizi dan jaminan kesehatan yang optimal bagi para pelaksana program di lapangan.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tommy Mandala Putra, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi para relawan.

“Kerja sama ini sangat penting bagi kami untuk memastikan seluruh relawan, pengelola, dan tenaga pendukung dapat bekerja secara maksimal dengan jaminan kesehatan yang terjamin,” ujarnya, Senin (4/5/2026)

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu kolaborasi tercepat dan terdepan di Indonesia dalam mendukung ekosistem JKN.

“Ini merupakan kolaborasi yang luar biasa dan bahkan menjadi perhatian nasional. Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan seluruh ekosistem program strategis nasional terlindungi dalam JKN,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun capaian Universal Health Coverage (UHC) di Bojonegoro telah mencapai hampir 100 persen, tantangan masih terdapat pada tingkat keaktifan peserta. Sehingga, implementasi perjanjian kerjasama ini bagi peserta yang telah terdaftar melalui pemerintah tidak akan mengalami duplikasi kepesertaan. 

Sementara itu, bagi relawan yang belum terdaftar, mekanisme kepesertaan akan difasilitasi melalui yayasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Melalui kerja sama ini, kita memastikan relawan dan tenaga program tetap aktif sehingga tidak mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan,” jelas Wahyu.

Kerja sama ini, lanjut Wahyu, mencakup pertukaran data, sosialisasi program JKN, serta pendampingan bagi relawan agar memahami hak dan kewajiban sebagai peserta. Dengan demikian, diharapkan seluruh pelaksana program dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, cepat, dan setara.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan setara. Peserta tidak perlu lagi membawa banyak berkas, cukup menunjukkan identitas sudah bisa mengakses layanan,” pungkasnya.

Wahyu berharap seluruh relawan dan tenaga pendukung program pemenuhan gizi dapat bekerja dengan tenang karena telah terlindungi jaminan kesehatan, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. [riz/mad]